BETANEWS.ID, SOLO – Event bergengsi Solo Fashion Week akhirnya digelar di Atrium Solo Paragon Mall selama selama 3 hari mulai 1 hingga 3 Juli 2022. Event tersebut diinisiasi oleh Djongko Raharjo, Naomi Anik, dan Antok Boni dan memiliki visi dan misi sebagai pemersatu, peningkatan nilai tambah kebanggaan dalam sosial, ekonomi, dan budaya.
Ditemui di sela-sela acara, Djongko Raharjo mengatakan, ia bersama rekannya yang berpengalaman pada Solo Batik Fashion memiliki impian yang sama agar fesyen di Solo tidak dinikmati oleh kalangan tertentu saja.

“Jadi kita memang berkembang dari pakaian anak muda dan macam-macam lah semua bisa ditampung di Solo Fashion Week ini. Tapi kalau kemarin mungkin kan di Solo Batik Fashion itu lebih segmented, nah ini akhirnya bisa terlaksana di hari ini,” kata Djongko, Jumat (1/7/2022).
Baca juga: Sudah Siap Nonton Konser Dream Theater di Solo? Ini Harga dan Cara Beli Tiketnya
Sementara itu, Naomi Anik mengatakan, event fashion week yang ada di Indonesia baru tiga saja, yakni Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week, serta Solo Fashion Week ini. Naomi berharap, Solo Fashion Week ini dapat digelar setiap tahun. Dengan event ini, ia memiliki impian agar jarak antara generasi desainer fesyen senior dan junior tak hilang.
“Karena selama ini anak muda kota Solo diajak untuk melihat event fashion rata-rata agak apatis. Mereka lebih suka mencari literasi ya dari media online atau internet. Kalau tidak dijembatani takutnya akan terputus. Jadi makanya kita banyak mendorong anak muda lebih tampil melalui lomba desain busana,” tuturnya.
Baca juga: Dengan Grab OVO Drive-Thru, Bayar Pajak Kendaraan, PDAM, dan PBB Kini Makin Mudah dan Cepat
Selama tiga hari digelar, akan diditampilkan karya-karya 75 desainer Indonesia berskala nasional, hingga internasional. Salah satunya adalah Batik Keris yang ikut tampil pada event Java In Paris pada Juni lalu.
“Yang di batik keris itu koleksi yang ditampilkan di Java in Paris. Kemarin kami sudah beraudiensi dengan Mas Wali (Gibran Rakabuming Raka), harapannya event ini akan semakin memperbesar industri fesyen. Bukan hanya di kelas industri besar tapi juga dari UKM dan anak mudanya,” tandas Naomi.
Edior: Ahmad Muhlisin

