31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Semringahnya Petani Cabai di Kudus Kala Harga Cabai Selangit

BETANEWS.ID, KUDUS – Di area persawahan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tampak seorang pria sedang sibuk di antara ribuan tanaman cabai. Di bawah sengat sinar matahari, pria tersebut bersemangat memetik satu demi satu cabai yang berwarna merah. Pria tersebut yakni Risyanto, petani cabai yang terlihat semringah karena harga cabai naik kala panen.

Setelah cabai merah yang dipetiknya memenuhi ember, ia pun membawanya ke pematang dan istirahat. Sembari istirahat, pria berusia 37 tahun itu mengaku, cabai merah yang ditanamnya itu saat ini harganya sedang bagus. Dari awal petik penanda mulai panen, harga cabe dari sawah sudah Rp 28 ribu per kilogram.

Petani cabai di Kudus saat melakukan panen. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Harga Cabai Setan di Pasar Tembus Rp 95 Ribu per Kg

-Advertisement-

“Saya mulai panen sejak sebulan lalu, harganya sudah Rp 28 ribu per kilogram. Kemudian berangsur-angsur naik, sekarang harga cabai merah dari sawah mencapai Rp 52 ribu per kilogram,” ujar Risyanto kepada Betanews.id, Jumat (10/6/2022).

Dia menuturkan, naiknya harga cabai merah tentunya jadi berkah dan untung. Apalagi kenaikan harga saat ini cukup tinggi. Menurutnya, petani cabai merah itu yang penting harganya tidak dibawah Rp 15 ribu per kilogram. Jika itu tejadi, dampaknya jelas tidak mendapatkan hasil bahkan bisa rugi.

“Jika harganya cabai Rp 15 ribu sekilo ya sambatan mas. Apalagi jika di bawah Rp 10 ribu sekilo, tinggal menghitung kerugian,” bebernya.

Meski harga naik, kata dia, panen musim ini hasilnya tidak bagus. Sebab, meski menjelang kemarau, tapi hujan masih sering turun. Sehingga mengakibatkan banyak tanaman cabai mati dan buahnya juga rawan terserang hama.

“Musim ini masih sering hujan sehingga menjadikan tanah itu lembab dan tanaman cabai mudah mati dan terserang hama. Makanya banyak yang gagal panen. Itulah penyebab harga cabai saat ini mahal,”jelasnya.

Dia mengungkapkan, menanam cabai di lahan seluas 2 ribu meter persegi dengan total 3200 bibit. Jika disaat musim yang bagus ia bisa memanen cabai sepekan dua hari dengan hasil 800 kilogram per harinya. Namun sekarang dengan waktu yang sama ia hanya bisa memanen cabai merahnya 500 kilogram sehari.

“Namun tetap saya syukuri. Saya lebih memilih keadaan begini, hasil panen kurang bagus, yang penting harga cabai mahal. Sebab lebih menguntungkan,” tandasnya.

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang di Kudus Merangkak Naik

Dia menuturkan, tanaman cabai dari awal tanam hingga siap dipetik atau pertama panen butuh waktu sekitar 70 hari, paling lambat tiga bulan. Setelah itu akan berbuah terus-menerus dan bisa dipanen setiap sepekan dua kali.

“Dengan catatan luasan lahannya 2 ribu meter persegi. Jika lebih luas panennya mungkin bisa setiap hari, sebab kalau tidak segera dipanen takutnya cabai akan busuk,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER