31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Para Pekerja Seni dari Berbagai Kota di Jateng Akan Pentaskan Teater Berjudul Julius Caesar

BETANEWS.ID, JATENG – Para pekerja seni dari beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah Tengah, saat ini sedang mempersiapkan sebuah pertunjukan teater. Kerja bersama para pekerja seni ini selanjutnya menyebut diri sebagai “Shakespeare Project”.

Pertunjukan tersebut, mengangkat naskah William Shakespeare dengan judul Julius Caesar, yang telah diadaptasi bebas oleh Asa Jatmiko. Mereka telah memulai proses bersama tersebut semenjak Januari 2022, dalam sebuah pertemuan yang dilakukan di Semarang. Pertunjukan ini didukung sepenuhnya oleh RKBBR (Rumah Khalwat & Balai Budaya Rejosari), Kudus.

Shakespeare Project dipilih menjadi nama kegiatan para pekerja seni dari beberapa kota di Jawa Tengah, untuk serangkaian proses berteater dan karya bersama.

-Advertisement-

Baca juga : Angkat Judul Kasih Ayah, Rumah Khalwat Balai Budaya Rejosari Bakal Gelar Drama Musikal Sinematik

“Proses berteater kali ini unik, karena tempat latihan yang berpindah-pindah sesuai domisili mereka. Demikian juga gagasan konsep pertunjukan, proses pencarian bentuk dan jelajah keaktoran yang mengedepankan kesepakatan antar-mereka,” jelas Asa Jatmiko, Produser Shakespeare Project.

Menurutnya, dari situlah dialektika, gagasan dan wacana-wacana berteater digodok bersama, sesuai dengan kekuatan khasnya masing-masing.

Diharapkan, dengan bertemu dan berproses bersama lintas kota di Jawa Tengah ini, masing-masing akan mendapatkan pengalaman yang baru.

“Namun, di atas itu semua, tujuan utama Shakespeare Project adalah terjalinnya komunikasi yang semakin intens. Kemudian derap semangat berlatih atau berproses serta semakin eratnya jalinan silaturahim antarpekerja seni di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Julius Caesar akan dipentaskan di Gedung Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah pada 19 Juni 2022, dengan dua kali pertunjukan. Yakni pada pukul 16.00 WIB dan 20.00 WIB.

Semua penggagas dalam Shakespeare Project akan bermain di atas panggung, dengan masing-masing akan memainkan lebih dari satu karakter. Ada Akhmad Sofyan Hadi (Kendal), Alfiyanto (Semarang), Asa Jatmiko (Kudus), Asyari Muhammad (Jepara), Cornel Innos (Kudus), Retno Sayekti Lawu (Solo), Rudi Iteng (Tegal), dengan sutradara Yogi Swara Manitis Aji (Solo) dengan iringan musik yang dikomandani Munir Syalala (Magelang).

“Julius Caesar di Gedung Teater Arena pada 19 Juni mendatang, dapat menjadi momentum baik untuk menyatakan, bahwa dinamika teater di Jawa Tengah sungguh bergairah. Dan, kita bisa melakukannya bersama-sama, guyub dan tetap kreatif,” ungkap Asa Jatmiko.

Pertunjukan ini juga didukung oleh Taman Budaya Jawa Tengah, Dewan Kesenian Kota Tegal, Dewan Kesenian Kota Magelang, Teater Qi, Njawa Teater, Posteater, Ruang Mirat, Teater Sandilara dan Kelompok Kerja Teater Akar.

Sementara itu, Rudi Iteng, Pimpinan Produksi Shakespeare Project menjelaskan, setelah beberapa kali pertemuan, pihaknya baru menemukan ritme bersama. Banyak kendala, seperti jarak dan kesibukan masing-masing.

“Namun pada gilirannya, kami semua kemudian menikmati proses bersama ini. Ada banyak pengalaman baru, yang bisa kita sharing-kan Bersama,” ucapnya.

Hal ini dibenarkan juga oleh Retno Sayekti Lawu, bahwa semenjak awal gagasan ini sangat menarik sekaligus cukup menggentarkan.

“Bahwa untuk berproses bersama lintas kota, merupakan tawaran yang menggairahkan. Namun membayangkan betapa segala kerepotan akan dihadapi, ini cukup membuat gentar juga. Dan semakin mendekati hari pertunjukan, kami semakin optimis bahwa kami semua bisa merealisasikan gagasan ini,” kata Lawu.

Baca juga : Lima Penyair Asal Semarang Akan Tampil Dalam Pementasan Baca Puisi di Solo

Dengan konsep garapan yang dihasilkan dari kesepakatan bersama, Yogi Swara Manitis Aji sebagai sutradara sebenarnya merasa cukup kerepotan untuk membawa proses latihan bisa ideal.

“Teman-teman yang terlibat di sini, tidak hanya sekedar berasal dari kota-kota yang berbeda. Mereka juga tokoh, paling tidak di daerahnya masing-masing, dimana saya juga harus menghormati hal itu. Idealisme berteater pastilah mereka pegang dengan kuat, dan masing-masing punya idealisme yang berbeda. Ini tidak mudah buat saya. Namun hebatnya teman-teman ini, menurut saya, adalah kerelaan yang besar untuk tunduk kepada kesepakatan, lalu kami berusaha melewati semua tahapan bersama-sama,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER