BETANEWS.ID, MAGELANG – Kabupaten Magelang, selain terkenal dengan objek wisatanya, juga terkenal dengan penghasil buah salak.
Tak sedikit wisatawan ketika berkunjung ke Magelang membawa oleh-oleh buah salak tersebut. Hal ini, terkadang membuat pedagang buah salak di Magelang harus mengambil daerah lainnya yang masih berada di lereng Gunung Merapi. Seperti halnya dari Kabupaten Sleman.
Seperti halnya di puluhan kios yang berada di Jalan Lintas Jogja – Magelang, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Mereka harus mengambil salak dari Turi, Sleman, Yogyakarta.
Baca juga: Dijual Rp 5 Ribu, Toko Buah Sae Bisa Jual Hingga 300 Kilogram Salak Setiap Hari
Salma, salah satu penjual buah salak di kios tersebut mengatakan, hampir semua kios di wilayah tersebut mengambil dari Sleman. Hal ini dikarenakan musim buah salak sudah lewat.
“Untuk saat ini salak memang sudah tidak musim. Jadi kalau hanya mengandalkan buah salak dari sini saja tidak mencukupi,” jelas Salma.
Untuk diketahui, penghasil salak di wilayah Magelang, khususnya di lereng Merapi, berada di Kecamatan Salam dan Kecamatan Srumbung. Namun jika tidak musim, para pedagang kios harus mencari ke daerah lainnya.
Apalagi, dengan adanya pelonggaran terhadap tempat wisata, hal ini juga berimbas terhadap naiknya pembelian salak bagi wisatawan.
“Ada peningkatan yang lumayan jika dibanding beberapa waktu lalu saat pandemi masih berjalan. Meskipun belum seperti saat sebelum covid dulu, Alhamdullilah saat ini sudah ada yang mengunjungi kios buah salak,” jelas Salma.
Baca juga: Sejuta Cangkir Kopi Bakal Dibagikan Secara Gratis Pada Festival Kopi Magelang, Catat Tanggalnya
Dijelaskan Salma, saat ini harga buah salak tergolong cukup tinggi. Untuk jenis buah salak yang termurah saja mencapai harga Rp 10 ribu per kilo. Sementara untuk salak mad yang memiliki harga paling tinggi mencapai Rp 30 ribu per kilonya. Untuk harga salak lainnya ada yang Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.
“Salak pondoh yang lebih umum saat ini mencapai harga Rp 15 ribu,” pungkas Salma.
Editor : Kholistiono

