BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah kertas bertuliskan “Obral Salak Manis Rp 5000” berwarna coklat tergantung di atas tumpukan buah salak di Toko Buah Sae, Jalan Budi Utomo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Di sana, beberapa wanita tampak sedang memilih-milih dan kemudian memasukkannya dalam plastik hitam. Setelah merasa cukup, mereka kemudian menemui seorang pria berkaus hitam untuk ditimbang dan lantas melakukan pembayaran. Ramainya tempat tersebut lantaran sedang ada promo buah salak yang dijual murah.
Salah satu pegawai Toko Buah Sae, Nur Chamid (23) mengatakan, tempat bekerja itu memang sering mengobral buah yang sedang musimnya. Kali ini, buah yang dijual murah adalah salak.

“Kalau pas lagi obral kayak gini, dalam sehari buah salak bisa terjual sampai sepuluh karung. Satu karungya itu tiga puluh kilogram, jadi sehari kurang lebih bisa terjual 300 kilogram buah salak,” katanya kepada Betanewsid, Kamis (31/12/2020).
Baca juga: Buka 24 Jam, Toko Buah Sae Ini Terkenal Paling Murah di Kudus
Selain menjual buah salak dengan harga Rp 5 ribu, lelaki yang sering disapa Chamid tersebut menuturkan, Toko Buah Sae juga menawarkan buah Pepaya Thailand dengan harga Rp 3 ribu per kilogram. Itu merupakan harga paling murah dibanding toko lain yang menjualnya dengan harga Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu.
“Harga di sini paling murah mulai dari Rp 3000 untuk satu kilogram buah pepaya Thailand. Terus yang paling mahal ada buah anggur merah yang harganya Rp 42 Ribu per kilogramnya,” jelas Chamid di toko yang buka 24 jam tersebut.
Keunggulan lain yang dimiliki toko tersebut adalah dalam hal pelayanan. Menurutnya, pegawai di tiga cabang Toko Buah Sae harus memberikan pelayanan yang ramah dan membuat orang yang belanja merasa nyaman.
Baca juga: Kembang Buah, Toko Buah dengan Harga Paling Murah di Kudus
“Di sini selain murah, buah-buahannya juga fresh dan buahnya selalu disortir kualitas bagus yang dijual. Pelayanannya juga ramah dan kami siap melayani dua puluh empat jam,“ ungkap Chamid sambil tertawa.
Makanya tak heran, dengan berbagai keunggulan itu, tokonya itu selalu ramai dan punya pendapatan kotor setiap harinya sekitar Rp 8 juta. Omzetnya itu bisa meningkat hingga Rp 10 juta per hari saat akhir pekan atau hari libur.
“Dalam sehari kalau full, bisa dapat Rp 8 juta kalau hari biasa. Bisa juga sampai Rp 10 juta lebih saat weekend,” tandas Chamid.
Editor: Ahmad Muhlisin

