31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Menpora Beri Catatan saat Tinjau Venue Tenis Meja APG XI di De’ Tjolomadoe

BETANEWS.ID, KARANGANYAR – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meninjau lokasi ASEAN Para Games (APG) XI 2022 untuk cabang olahraga (cabor) para tenis meja di De’ Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Senin (20/6/2022).

Dalam peninjauan tersebut, Menpora juga didampingi oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang juga merupakan Ketua Panitia APG XI 2022. Menurut Menteri Zainudin, De’ Tjolomadoe layak untuk digunakan sebagai venue pertandingan cabor para tenis meja.

De’ Djolomadoe yang akan menjadi venue tenis meja untuk APG XI 2022. Foto: Khalim Mahfur.

“Saya kira layak juga karena itu ada 7 meja, baik yang di babak semifinal dan sampai finalnya,” kata Zainudin.

-Advertisement-

Baca juga: Cek Kesiapan Venue Para Badminton di UMS untuk APG XI, Menpora: ‘Standarnya Ini Sudah Internasional’

Kendati demikian, menurut Menteri Zainudin, masih ada beberapa hal yang harus ditambahkan untuk memudahkan aksesibilitas para atlet difabel. Misalnya sirkulasi udara, pencahayaan, serta toilet yang ramah difabel.

“Misalnya dari AC-nya, kemudian dari karpet dan sebagainya, itu tadi Mas Wali (Gibran) sudah menyampaikan nggak ada masalah, dan nanti juga untuk toilet yang ramah difabel. Kata Mas Wali tadi sudah sampaikan akan ditambah dengan yang portable,” papar Zainudin.

Lebih lanjut, meski De’ Tjolomadoe merupakan bangunan cagar budaya, Zainudin menyebut tidak masalah untuk digunakan sebagai venue olah raga. Menurutnya, selain olah raga, pada ajang internasional seperti APG XI 2022 ini juga ada sisi lain yang membuat tamu dari luar negeri terkesan.

“Setiap negara menyelenggarakan itu ada juga kulturalnya, kemudian ada kulinernya, ada hal-hal yang membuat para peserta datang dari berbagai negara itu mereka merasa nyaman. Saya sudah sampaikan ke Mas Wali, kita harus buat mereka nyaman,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia APG XI 2022 Gibran Rakabuming Raka menambahkan, pihaknya akan terus menyempurnakan kekurangan-kekurangan tersebut. Seperti menambah toilet portabel yang ramah untuk difabel.

“Lalu untuk masalah AC, masalah pencahayaan nanti kami tambah juga jadi tidak masalah. Nanti flooringnya akan kita ganti semua yang standar untuk kompetisi. Tinggal itu, nanti karpetnya di take out aja, nanti tinggal di flooring dan lain-lain masih bisa,” tambah Gibran.

Baca juga: Resmi Diluncurkan, Inilah Logo dan Maskot ASEAN Para Games 2022

Tak hanya di De’ Tjolomadoe saja, Gibran juga mengatakan, akan terus menyempurnakan seluruh venue yang digunakan sehingga ramah untuk difabel.

“Nanti kita akan tambahin lagi di semua venue yang toiletnya, kurang-kurang akan kita tambahi lagi,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER