BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria memakai topi tampak sedang memberikan pakan ke hewan ternaknya di kandang yang berada di Dukuh Winong RT 6 RW 6, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. hari-hari menjelang Hari Raya Iduladha, ia memang terlihat lebih sering berada di kandang berisi puluhan kambing itu. Keinginan pria bernama Suharyanto (24) itu cuma satu, yaitu menyediakan ternak bagus untuk ibadah kurban.
Anto begitu ia akrab disapa mengungkapkan, meski lebaran haji kurang dua pekan lagi, 70 kambing yang disediakannya sudah hampir ludes dibeli orang. Menurutnya, kini tinggal empat ekor lagi yang belum terjual.
“Untuk tahun ini hanya menyediakan 70 ekor saja, karena kapasitas kandang hanya mampu menampung segitu. Tahun lalu bisa menjual hingga 90 ekor kambing, dengan kandang dadakan. Tapi untuk tahun ini karena cuaca kadang kala hujan, jadinya tidak berani untuk menambah. Beda lagi kalau situasinya atau cuacanya sudah aman,” beber Anto kepada betanews.id, Selasa (28/6/2022).
Baca juga: Hewan Kurban yang Masuk Kudus Harus Karantina 14 Hari Sebelum Dijual
Di sana, kata Anto, melayani penjualan khusus kambing jenis jawa randu dan jenis domba, untuk acara aqiqah, sate, hewan kurban, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, di sana juga siap melayani jasa penjegalan kambing dari pembeli yang siap menerima dagingnya saja.
“Untuk harga saat ini jenis kambing jawa randu mulai Rp3 juta sampai Rp4,5 juta, sedangkan untuk jenis domba mulai dari Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Kemudian untuk harga jasa pembegalan kambing mulai Rp120 ribu sampai Rp150 ribu tergantung besar kecilnya kambing,” rincinya.
Menurutnya, untuk harga kambing di momen kurban maupun hari biasa hanya selisih sedikit, antara Rp200 ribu sampai Rp500 ribu saja.
Baca juga: Meski Ada PMK, Peternak Kerbau di Kudus Ini Justru Kewalahan Layani Orderan Hewan Kurban
Saat disinggung soal penyakit mulut dan kuku (PMK), lanjutnya, hewan ternaknya yang ada di kandang aman dan tidak terindikasi. Ia menyebut, meski ia membeli kambing-kambing tersebut di peternak maupun di pasar, ia antisipasi dengan cairan anti biotik untuk menanggulangi hal yang tidak diinginkan.
“Jadi setiap saya membeli kambing di peternak maupun di pasar, setiap sampai lokasi saya semprot dengan antibiotik untuk mengantisipasi penyakit PMK. Kemudian setiap hari antibiotik ini saya semprotkan ke kandang. Sampai saat ini Alhamdulillah kambing tidak ada yang terindikasi penyakit,” tandas Anto.
Editor: Ahamd Muhlisin

