31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

23 Tahun Jadi Penjaga Candi Gunungsari, Setiap Hari Sriyono Harus Naik dan Turun Bukit

BETANEWS.ID, MAGELANG – Membawa alat pemotong rumput, lelaki paruh baya itu terlihat menuruni anak tangga yang berada di jalur menuju Candi Gunungsari yang berada di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Hampir setiap hari, lelaki bernama Sriyono tersebut, beraktivitas melalui jalur tersebut untuk menuju Candi Gunugsari yang letaknya berada di puncak bukit.

Sriyono, yang merupakan penjaga Candi Gunungsari, bertanggung jawab terhadap keberadaan candi tersebut, termasuk kebersihan di lokasi itu.

Baca juga: Menyusuri Jalan Terjal Menuju Candi Gunungsari

-Advertisement-

Sejak 23 tahun lamanya, atau tepatnya pada 1999 Sriyono, setiap hari ia harus naik turun bukit sekitar 400-500 meter untuk menjaga cagar budaya berbentuk batu candi tersebut.

Bagi Sriyono, naik turun bukit yang cukup terjal menjadi hal yang biasa. Padahal bagi siapapun yang belum pernah naik gunung, hal itu akan menjadi kesulitan tersendiri.

Meski harus naik turun bukit, Sriyono merasa senang bisa menjadi penjaga Candi Gunungsari. Sehingga hal itu tidak dijadikan beban.

“Saya senang, meski harus naik turun setiap hari. Bisa berolahraga,” ujarnya sambil berkelakar.

Diceritakan Sriyono, di Candi Gunungsari terdapat ratusan hewan monyet dari berbagai kelompok yang sering muncul ke lapangan. Selain itu, hewan seperti ayam hutan, biawak dan kura-kura juga terkadang muncul. Namun hal tersebut sudah menjadi biasa bagi Sriyono.

Untuk pengunjung sendiri, sebelum pendemi banyak datang, khususnya pelajar. Untuk pengunjung umum, memang tak banyak yang datang. Sedangkan sejak pandemi, tak ada lagi pengunjung yang datang.

Baca juga: Candi Prambanan dan Borobudur Kembali jadi Tempat Ibadah, Ganjar: ‘Saya Terharu dan Bahagia’

Sriyono berharap, pemerintah bisa segera membangun atau membenahi candi supaya banyak pengunjung yang datang.

“Kalau candi dibenahi kan bisa menjadi edukasi bagi siswa-siswa yang datang. Supaya candi bisa menjadi objek wisata dan supaya siswa tahu peninggalan-peninggalan sejarah nenek moyang kita,” ujar Sriyono.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER