169 Ternak di Demak Positif Penyakit Mulut dan Kuku

BETANEWS.ID, DEMAK – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak membeberkan kasus penyakit mulut dan kuku terus meningkat. Data Kamis (16/6/2022), total kasus ada 236 ekor, dengan rincian 169 ekor positif dan 67 ekor sudah sembuh.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Agus Herawan, melalui Kepala Bidang peternakan dan kesehatan Dyah Purwatiningsih menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya pengobatan pada ternak, sehingga terjadi progres peningkatan angka kesembuhan.

“Sudah kita tangani dengan pengobatan ternak seperti desinfeksi kandang, pengetatan biosekuriti kandang dan lingkungan kandang. Dengan demikian sudah ada progres atau peningkatan angka kesembuhan ternak,” tuturnya.

-Advertisement-

Baca juga: 10 Hewan di Solo Positif PMK, Vaksin Tak Kunjung Tiba

Meski kasus PMK sudah merebek di hampir seluruh wilayah Indonesia, tapi Kabupaten Demak hingga saat ini belum melakukan penutupan. Untuk hewan ternak, pihaknya memilih melakukan cek point perjalanan ternak yang menuju atau melintas di wilayah Demak.

“Sebagai upaya pengendalian penyebaran PMK, dilaksanakan pemantauan, pengawasan ternak yang masuk ke kandang-kandang milik peternak, pedagang, operasional pasar hewan. Giat ini juga berkoordinasi dengan Perangkat Desa serta Kapolsek wilayah,” jelas Dyah.

Pihaknya juga melakukan strategi pencegahan PMK, seperti melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), pemasangan baliho di tempat-tempat strategis, penyebaran leaflet dan giat pemantauan ternak secara rutin.

Baca juga: Terkendala Dana, Dispertan Kudus Anjurkan Peternak Gunakan Jamu Herbal untuk Cegah PMK

“Selain pemilik atau petugas medik – paramedik dilarang masuk kandang ternak. Karena manusia bisa sebagai penyebar penyakit,” ujarnya.

Selain itu, ada juga pembatasan dan pelarangan keluar masuk ternak dari daerah tertular ke daerah bebas PMK. Setiap ternak yang masuk dari luar wilayah Kabupaten Demak harus dilengkapi dengan surat kerterangan kesehatan hewan (SKKH). Serta menjalin kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak atau stakeholder terkait.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER