BETANEWS.ID, KUDUS – Delapan ternak warga Kudus dinyatakan positif terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal itu diketahui setelah dilakukan uji klinis dan sampel darah terhadap sembilan ekor ternak.
Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Agus Setiawan menuturkan, pada Senin (23/5/2022), pihaknya mendapat laporan ada sembilan ternak sakit dengan gejala mirip PMK. Masing-masing ternak itu milik warga Desa Menawan satu ekor, Desa Ternadi dua ekor, dan Desa Karangbener enam ekor.
“Atas laporan itu, kami pun menindaklanjuti. Kemudian dilakukan tes sampel darah dan uji klinis. Hasilnya delapan ternak dinyatakan positif terkena PMK dan yang satu negatif,” ujar pria yang akrab disapa Agus kepada awak media, Selasa (24/5/2022).
Baca juga: Ganjar Pastikan Stok Daging di Jateng Aman Meski Penyakit Mulut dan Kuku Merebak
Dia pun merinci, delapan ternak yang positif PMK yakni milik peternak warga Desa Menawan satu ekor, warga Ternadi satu ekor dan enam ekor milik warga Karangbener.
“Untuk jenis ternak semua sapi, tidak ada kerbau atau pun kambing,” beber Agus.
Pihaknya masih terus melakukan pendampingan penyembuhan terhadap ternak yang terkena penyakit PMK. Selain itu juga dilakukan langkah isolasi, mengingat penyakit PMK sangat cepat sekali penularannya.
“Kita juga menyarankan agar peternak menyemprotkan disinfektan di sekitar kandang. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran PMK terhadap ternak lain,” ungkapnya.
Dia mengatakan, pihaknya pun sudah melakukan pelacakan asal PMK itu. Hasilnya, ternak milik warga Desa Menawan itu dibeli dari Rahtawu.
“Namun, sebelumnya di Rahtawu itu ada ternak sakit dengan indikasi PMK tapi langsung disembelih. Kami mendapat informasi ternak itu dari Sukolilo, Pati. Itulah yang mengawali penyakit ternak PMK di Kudus,” imbuhnya.
Baca juga: Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Hartopo Minta Ternak Diberikan Antibiotik
Dia menuturkan, sejak awal ada informasi wabah penyakit ternak PMK ada di Indonesia terutama Jawa Timur. Pihaknya sudah melakukan beberapa tindakan pengawasan dan pendampingan ke peternak.
“Alhamdulillah pada titik sebelumnya, seperti di Kalirejo, Berugenjang dan lainnya yang terdapat ternak sakit sekarang sudah sembuh,” ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada para peternak dan pedagang hewan, saat ada ternak mereka yang sakit atau suhu badan ternak tinggi segera untuk melapor. Agar bisa sesegera mungkin diberi tindakan pengobatan.
“Pengobatan meliputi pemberian vitamin dan antibiotik dan lainnya,” tandas Agus.
Editor: Ahmad Muhlisin

