31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaPENDIDIKANBeri Kuliah Umum...

Beri Kuliah Umum di Ubaya, Ganjar Sebut Intoleransi dan Radikalisme Jadi Masalah Serius di Indonesia

BETANEWS.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi pembicara dalam studium general di Universitas Surabaya (Ubaya), Jumat (20/5/2022). Dalam agenda tersebut, Ganjar menyampaikan sejumlah topik soal tantangan masa depan bangsa, mulai politik pangan, suasana geopolitik dunia, bonus demografi, kemajuan teknologi, hukum, hingga intoleransi dan radikalisme.

Dalam sesi diskusi, Ganjar mengakui persoalan intoleransi dan radikalisme memang menjadi persoalan serius bangsa Indonesia. Bahkan, sudah banyak bangsa yang hancur karena masalah ini.

“Jangan anggap remeh masalah ini. Ini persoalan serius. Karena sebagus apapun kita mempersiapkan masa depan bangsa ini, kalau dibawahnya dirongrong oleh intoleransi dan radikalisme, pasti hancur,” tegasnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Kepada Penyuluh Antikorupsi, Ganjar Cerita saat Dikenalkan Istilah Pengganti Uang Pelicin di Awal Menjabat

Soal intoleransi dan radikalisme ini menjadi salah satu konsen Ganjar selama menjadi Gubernur Jateng. Seluruh pejabat, ASN hingga kepala sekolah diminta tandatangan pakta integritas setia pada Pancasila dan NKRI.

“Saya pernah mecat kepala sekolah gara-gara persoalan ini. Ini tidak main-main, karena dunia pendidikan sudah disusupi oleh mereka, sehingga kita harus melakukan proteksi dan tindakan antisipasi,” ucapnya disambut tepuk tangan para peserta.

Selain intoleransi dan radikalisme, Ganjar juga cukup serius membahas soal kedaulatan Bangsa Indonesia. Ia menegaskan, bangsa Indonesia harus percaya diri, berdikari dan tidak bergantung pada negara lain.

“Seperti kata Bung Karno, kita harus menjadi bangsa yang berdaulat di segala bidang. Kita harus percaya diri, kita bisa menjadi bangsa besar,” pungkasnya.

Baca juga: Ganjar Ungkap Banyak Warganya yang Nikah Muda saat Pandemi, Ini Sebabnya

Sementara itu, Rektor Ubaya, Benny Lianto mengatakan, sejak tahun 1966 Ubaya selalu mengundang tokoh nasional mengisi kuliah umum. Dalam kuliah umum itu, selalu dibahas terkait perjalanan bangsa sekaligus mencari solusi dalam persoalan yang ada.

“Kami mengundang banyak tokoh, misalnya KH Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan lain sebagainya,” katanya.

Undangan untuk Ganjar Pranowo lanjut Benny juga bukan tanpa alasan. Ganjar diundang karena diperkirakan akan ikut memberi warna dalam arah Indonesia ke depan.

“Gagasan Pak Ganjar Pranowo terkait bangsa ini, rasanya perlu kita dengarkan bersama. Selain Pak Ganjar, ke depan kami juga akan mengundang tokoh lainnya untuk berdiskusi bersama,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler