BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 18 guru dari berbagai sekolah di Kudus mengikuti pelatihan teknis Asesmen Nasional (AN) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Hotel @hom, Jumat (27/5/2022) hingga Sabtu (28/5/2022). Acara yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus ini bertujuan agar pelaksanaan AN bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala teknis.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disporapar Kudus Moh Zubaedi menjelaskan, 18 perwakilan sekolah itu terdiri dari 14 SD, 4 MI, dan 4 Keseteraan yang mewakili 9 korwil kecamatan untuk menjadi proktor pelaksanaan AN tahun ini.
“Proktor yang ikut pelatihan hari ini, nantinya akan menangani teknis di masing-masing sekolah dan mengajarkan ilmu ke sekolah lain,” ucapnya.
Baca juga: Puluhan Calon Guru Penggerak di Kudus Ikuti Lokakarya
“Kegiatan hari ini kita mendatangkan narasumber dari Provinsi Jawa Tengah. Nanti akan diajarkan bagaimana mengoperasikan komputer agar pada pelaksanaan Asesmen Nasional bisa lancar,” ujarnya.
Kemudian mengenai kegiatan Asesmen Nasional (AN) tahun ini, rencananya akan digelar pada 24-27 Oktober mendatang untuk gelombang l dan 31-3 Oktober untuk gelombang 2.
“Kegiatan AN ini akan diikuti oleh peserta didik kelas 5, dan kita bagi menjadi 2 gelombang. Dan masing-masing sekolah minimal mengikutkan 30 siswa, dan menyiapkan 5 siswa cadangan,” ujarnya.
“Kemarin kita juga telah mendistribusikan bantuan chromebook untuk 294 sekolah. Semoga pelaksanaan Asesmen Nasional nanti bisa lancar,” harapnya.
Baca juga: 367 Guru di Kudus Terima SK PPPK, Hartopo: ‘Akan Selalu Ada Evaluasi Kinerja’
Narasumber Pelatihan Teknis dari Disdikpora Jateng Prihandoko Eko Putro menambahkan, pelatihan teknis tahun ini lebih menekankan pada evaluasi Asesmen Nasional pada 2021 kemarin. Dalam agenda ini, pihaknya lebih menekankan koordinasi dengan para proktor agar permasalahan yang muncul pada Asesmen Nasional tahun lalu lalu bisa ditangani dan kemudian tidak terjadi lagi pada tahun ini.
“Ini kan Asesmen Nasional tahun kedua yang bakal dilaksanakan. Jadi kita lebih mengajarkan materi terkait evaluasi tahun lalu dan perbedaannya pada tahun ini,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

