31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaEkonomiTak Seperti Ramadan...

Tak Seperti Ramadan Tahun Lalu, Omzet Penjualan Kelapa Muda di Lapak Yanto Turun 25 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan kelapa muda nampak tersusun di sebelah lapak kecil yang berada di tepi Jalan Diponegoro, Kudus. Kemudian, beberapa di antaranya dibelah untuk diambil air dan dagingnya, lalu dimasukkan ke wadah teko. Sebagian ada pula yang langsung dibungkus plastik sesuai dengan permintaan pelanggan.

Adalah Yanto Tito (30), penjual kelapa muda yang sore itu tampak sibuk melayani pelanggan yang memesan kelapa muda untuk berbuka puasa. Saat Ramadan seperti ini, ia biasanya menambah stok kelapa muda, karena biasanya mengalami peningkatan penjualan dibanding hari-hari biasa.

Yanto sedang mengupas kelapa muda. Foto: Kaerul Umam.

Baca juga : Awal Ramadan, Jualan Kelapa Muda Yoyok Meroket Hingga 200 Persen

- Ads Banner -

Meski begitu, menurutnya Ramadan tahun ini penjualan degan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

“Penurunannya kalau dibandingkan dengan bulan Ramadan tahun lalu sampai 20 hingga 25 persen. Tahun lalu bisa menjual sedikitnya 200 biji degan, tahun ini hanya 150 biji degan paling banyak setiap harinya,” beber Yanto kepada Betanews.id, Kamis (21/4/2022).

Ia menyebut, jika bulan Ramadan adalah berkah bagi penjual degan, karena banyak yang berminat membeli untuk berbuka puasa. Menurutnya, paling ramai tempat jualannya itu didatangi pembeli di atas pukul 15.00 WIB sampai menjelang Magrib.

“Kalau bulan puasa memang penjualan degan meningkat, peningkatannya untuk tahun ini sampai 80 persen. Hari biasa yang bisa jual 50 sampai 70 biji, bulan puasa bisa menjual hingga 150 biji degan,” jelas warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu.

Sementara, kata Yanto, harga per 1 degan utuh saat ini Rp 11 ribu dan Rp 13 ribu yang menggunakan es batu dan sirup. Harga tersebut naik Rp 1 ribu sebelum puasa tahun ini.

Baca juga : Nikmati Kesegaran Es Kelapa Muda Tape Ketan, Cuma Ada di Warung Makan Sumber Roso

Iapun mengaku, sudah 8 tahun berjualan kelapa muda tersebut yang diawali sejak bulan Ramadan pada 2014 yang lalu. Menurutnya, ia lebih senang membangun bisnis sendiri dibandingkan dengan kerja ikut orang lain. Karena waktu juga bisa lebih fleksibel dibandingkan dengan kerja ikut orang.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler