BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah kelas progam inklusi sosial di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus diliburkan selama Ramadan kecuali kelas tari tradisional. Meski kelas menari sangat membutuhkan energi, tetapi hal ini tidak menjadi alasan untuk para peserta tidak melakukannya, meski sedang puasa.
Kasi Pengelolaan Pustaka pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus, Ninik Mustikawati menjelaskan, kelas menari tetap diadakan seperti biasa pada rabu pukul 13.00 WIB di area Perpusda Kudus.
“Karena kelas menari banyak sekali peminatnya, banyak dari mereka yang usul untuk tetap dibuka kelasnya meski sedang Ramadan,” ucapnya, Jumat (8/4/2022).
Baca juga: Tertarik Belajar Tari? Perpusda Kudus Buka Kelas Menari Gratis Nih
“Untuk minggu awal Ramadan kemarin libur karena masih awal puasa, tapi untuk minggu selanjutnya tetap dibuka seperti biasa sesuai keinginan peserta,” ujarnya.
Mengenai perkembangan kelas tari yang diadakan Perpusda dalam rangka menambah kelas progam inklusi sosial, Ninik mengaku pesertanya semakin banyak.
“Kelas tari ini baru dibuka mulai 16 Maret kemarin, tetapi alhamdulillah pesertanya semakin bertambah dari minggu ke minggu,” beber Ninik.
Menurut Ninik, kelas menari sangat disukai, karena yang diajarkan adalah tari tradisional, serta bisa diikuti untuk umum dan tentunya tidak dipungut biaya sama sekali.
Baca juga: Perpusda Kudus Buka Kajian Ramadan untuk Umum, Ini Berbagai Materinya
“Yang mau ikut kelas, bisa langsung datang saja ke Perpusda setiap hari Rabu jam 13.00, kita buka untuk umum dan gratis, minimal usia 3 tahun,” ucapnya.
Sedangkan kelas yang tutup selama Ramadan, antaranya kelas komputer, kelas merajut, english fun learning, dan literasi tunanetra.
“Khusus Ramadan kita punya progam baru, yaitu Kajian Ramadan yang kita gelar tiap hari Jumat jam 07.30 sampai 09.00 di Perpusda Kudus,” tandas Ninik.
Editor: Ahmad Muhlisin

