31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Esport, Bermain yang Tak Cuma Main-main, Tapi Miliki Banyak Sisi Positifnya

BETANEWS.ID, SEMARANG – Perkembangan dunia eSports memang luar biasa. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya turnamen game eSports yang memiliki hadiah sangat besar. Namun ternyata stigma negatif terhadap game masih cukup tinggi.

Untuk mengurangi stigma negatif ini sendiri memang membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan juga harus didukung oleh semua kalangan, baik developer game, pemerintah, media dan berbagai stakeholder lainya.

Baca juga : KONI Jateng Siap Masukkan Esport Jadi Cabang Olahraga Resmi

-Advertisement-

Terkait dengan hal tersebut, Grand Order beberapa waktu lalu menggelar webinar dengan tema “The Potential of Video Games in Building a Bright Future”. Pada acara tersebut, menghadirkan dua pembicara yaitu A Aron Rizky Richardo seorang entrepreneur dan Dr Ekawati Marhaenny, Dosen Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Katholik Soegijapranata.

Timothy Androsio, Ketua Grand Order menyampaikan, bahwa video game masih seringkali diasosiasikan dengan hal-hal negatif.

“Mungkin karena eSport itu mereka lebih mengedepankan sisi gamingnya saja, karena itu mungkin ada beberapa pihak yang masih mengklaim bahwa itu hanya game saja. That’s why we’re here, the Grand Order. Organisasi eSport saya ini memang saya ingin buat beda. Kita memilki visi dan misi yang tidak hanya mengedepankan gamers, tapi gamers with quality,” ujar Timothy dalam rilis yang diterima Betanews.id.

Menurutnya, mereka bisa mengembangkan dan menerapkan apa yang didapatkan dari video games itu menjadi sesuatu yang nyata. Yakni sesuatu yang bisa berguna bagi sesama dan juga masyarakat.

Timothy juga menyampaikan harapannya, agar kegiatan webinar tersebut juga dapat menjadi pembelajaran untuk membangun masa depan yang lebih cerah sebagai gamers.

Sementara itu, nara sumber Ekawati Marhaenny mengatakan, bahwa video games merupakan budaya populer. Yaitu, sebuah budaya yang mau tidak mau disinggung selama beberapa tahun terakhir ini dan menjadi semakin populer, bahkan juga bisa menjadi sebuah industri major terutama di Amerika.

Budaya tersebut, akhirnya masuk ke Indonesia dengan target anak-anak muda yang menyebabkan mereka merasa tidak percaya diri, tidak modern jika tidak bermain video games.

Sedangkan Aron Rizky Richardo mengungkapkan, sebaiknya seseorang harus memiliki tujuan dalam bermain game.

“Contohnya menjadi gamers profesional, mengikuti kompetisi atau kejuaraan. Selain itu ada juga tujuan lain, misalnya saya untuk berbisnis. Kaitannya apa dalam bisnis? Dalam bisnis kita akan menemukan persaingan, musuh itu bisa kita anggap pesaing. Kita bisa belajar dari bagaimana merespons saat musuh menggunakan strategi tertentu, lalu strategi apa yang akan kita gunakan untuk mengalahkan atau menyaingi musuh itu,” ungkapnya.

Sehingga menurutnya, game kalau dalam sisi bisnis sangat banyak manfaatnya. Yaitu, dari belajar mengenai strategi hingga belajar mengenai kepemimpinan. Sebab, dalam bisnis maupun bermain game harus memiliki jiwa leadership juga.

Baca juga : ESI Jateng Targetkan Esport Dipertandingkan di Porprov 2022

“Selanjutnya juga ada sisi negatifnya. Apabila kita menghabiskan banyak waktu untuk bermain game, tetapi tanpa ada tujuan yang pasti, selain bisa terkena marah oleh orang tua, pekerjaan dan tanggung jawab juga bisa berantakan. Apalagi bermain game hingga lupa waktu atau berlebihan” ungkap Rizky.

Namun Rizky juga menjabarkan banyak sisi positif yang bisa didapatkan dari bermain games. Misal, dalam segi bisnis, bisa mengikuti kompetisi dan kejuaraan, menjadi inspirasi, maupun jika tertarik bisa mendirikan game house atau perusahaan gaming.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER