Warga Gelar Tradisi Sadranan di Pasarean Dalem Keraton Kartasura

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Beberapa orang terlihat sedang membersihkan area Pasarean Leluhur Dalem Kartasura di Kabupaten Sukoharjo. Rumput-rumput liar yang berada di sekeliling makam bekas Keraton Kartasura itu dicabut dan kemudian dibakar.

Aktivitas yang menjadi bagian dari tradisi Sadranan itu selalau dilaksanakan masyarakat sekitar pada bulan Ruwah atau mendekati Bulan Ramadan.

Warga mengikuti tradisi sadranan di Pasarean Dalem Keraton Kartasura. Foto: Khalim Mahfur.

Panitia Tradisi Sadranan, Djoeyatmo menjelaskan, nyadran merupakan tradisi yang sarat akan unsur kebudayaan maupun unsur keagamaan.

-Advertisement-

“Sebenarnya sadranan ini adalah kegiatan adat yang dilakukan oleh masyarakat, terutama masyarakat Jawa ketika menghadapi Bulan Ramadan. Resik-resik (bersih-bersih) lah. Nah resik-resik itu dalam arti membersihkan makam leluhur untuk mengingat mereka,” papar Djoeyatmo, Sabtu (26/3/2022).

Baca juga: Sewu Sempol, Tradisi Menjelang Ramadan di Dukuh Masin Kandangmas

Selain itu, secara batiniah, pria yang kerap disapa Om Jo itu menjelaskan, tradisi Sadranan juga bisa diartikan untuk memepersiapkan jiwa sebelum memasuki Ramadan.

Adapun dalam acara Sadranan tersebut ada beberapa rangkaian kegiatan, antara lain bersih-bersih makam, syukuran dengan menggunakann tumpeng, dan membacakan doa serta tahlil untuk para leluhur. Doa tersebut nantinya akan dipimpin oleh tokoh agama setempat.

“Setelah itu ada pementasan wayang dengan dalang cilik. Supaya kita tahu bahwa budaya yang kita miliki itu berbagai macam, terutama wayang. Ini akan digambarkan bahwa kegiatan Sadranan dan besik ini juga bagian dari kita mengangkat budaya yang kita punya,” ujar Djoeyatmo.

Untuk pementasan wayang, lanjut dia, kali ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan yang terbuka untuk umum itu.

Baca juga: Tradisi Pesta Panen di Belik Sri Growong Kaliwungu

Sementara itu, salah seorang pegiat sejarah dan budaya Solo Raya, Raden Surojo menjelaskan, makam tersebut merupakan tempat bersemayam keturunan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ia menyebut, ada beberapa pemakaman Keraton Surakarta, dan salah satunya adalah Pasarean Leluhur Dalem Kartasura ini

“Sedangkan, yang dimakamkan di sini hanya cucu atau buyut dari Sinuhun Pakubuwono yang bertahta,” jelas Raden Surojo.

Namun, karena bangunan tersebut merupakan cagar budaya, saat ini pemakaman tersebut tidak dibuka untuk umum, dan hanya untuk keluarga dari Pakubuwono saja. Karena, jika dibuka untuk umum, dikhawtirkan akan berkembang dan makam tersebut penuh.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER