Setahun Kepemimpinan Gibran-Teguh, Perekonomian Kota Solo Naik 4,01 Persen

BETANEWS.ID, SOLO – Dilantik menjadi Wali Kota Solo saat pandemi Covid-19, membuat berbagai program yang dijalankan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa kepayahan. Bahkan, banyak anggaran pemerintah habis dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Berkat berbagai program peningkatan ekonomi yang dijalankan bertahap, kini aktivitas perekonomian Kota Solo sedikit demi sedikit meningkat.

“Ini kita sekarang kita sudah di angka 4,01 persen. Itu sudah di atas angka rata-rata Jateng dan nasional. Tapi saya mau tingkatkan lagi ke angka 5 sampai 5,5 persen, insyaAllah,” ungkap Gibran, Selasa (29/3/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Persilakan Warganya yang Ingin Mudik Lebaran, Gibran : ‘Monggo, Langsung Booster Aja’

Menurut Gibran, angka itu didapat hanya dari pemasukan pajak dan retribusi. Untuk itu, perlu adanya kerja sama, inovasi, dan kreativitas dari semua pihak.

“Orang Solo juga harus dibiasakan menerima tamu dari luar kota, luar negeri. Jadi orang-orang yang hadir di sini merasa welcome dan diuowongke (dimanusiakan), merasa terlayani. Saya kira mungkin ketua PHRI tahu lah, okupansi hotel seperti apa, mungkin kita harus ancang-ancang lagi menambah hotel yang kelasnya bintang 5. Makanya saya lihat tadi di Alila untuk acara G20 sudah mulai overcapcity jadi biar Solo nggak ketinggalan dengan kota-kota lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dengan kasus Covid-19 yang makin melandai, menurur Gibran, Solo sudah dirasa aman. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Senin (28/3/2022), total pasien Covid-19 tinggal 168 orang saja.

Baca juga: Maraton Bertemu Petinggi Parpol, Gibran Akui Ada Pembahasan soal Pilkada DKI

“Saya seneng sekali ketika Covid lagi tinggi-tingginya, ketika ada aturan PPKM yang sangat memberatkan, banyak larangan, aktivitas, tapi Solo ini aman-aman aja, tidak ada kerusuhan, pembegalan dan penolakan-penolakan yang sekiranya membuat Solo ini panas atau gesekan,” tuturnya.

Dengan turunnya kasus paparan Covid-19 tersebut, menurut Gibran, itu tak lepas dari percepatan vaksinasi yang terus digencarkan.

“Kalau wargane sehat, ekonomine pasti baik. Makane yo ndang do booster wong yo gratis (makanya buruan pada booster, gratis juga) tinggal teko (datang) apa susahnya,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER