BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mengklaim, penataan pedagang Pasar Johar sudah mencapai 60 persen. Pengelompokan jenis penjual ini ditargetkan selesai sebelum Ramadan tahun ini.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, penataan pedagang dilakukan dengan sistem zonasi. Maka dari itu, pihaknya memindah beberapa pedagang pecah belah yang tidak sesuai zonasi.
“Begitu sebaliknya, pedagang konveksi yang tidak sesuai zonasi juga dipindah,” jelasnya, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Pedagang Pecah Belah di Pasar Johar Pindah Lokasi, Ini Tempatnya
Menurutnya, dengan adanya sistem zonasi akan mengurangi gesekan antar komunitas pedagang. Dengan begitu, para pedagang akan terpusat dan satu komunitas.
“Saya tidak ingin pedagang dalam satu komunitas saling merugikan,” ujarnya.
Dengan dilakukannya penataan pedagang pecah belah, persentase penataan Pasar Johar telah sampai 60 persen. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penataan ke jenis pedagang yang lain.
“Saya berharap penataan bisa selesai sebelum Ramadan,” harapnya.
Baca juga: Tak Ditempati Berbulan-bulan, Ratusan Kios di Pasar Johar Disegel
Salah satu pedagang Pasar Johar, Abdul Halim mengaku setuju denga zonasi yang telah direncanakan oleh Pemkot Semarang. Menurutnya, jika pedagang jualannya beda-beda kurang bagus.
“Jadi kalau terpusat memang lebih bagus daripada terpisah-pisah,” tutup dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

