Pedagang Pusat Grosir Solo Demo Tolak Kenaikan Tarif Service Charge

BETANEWS.ID, SOLO – Para pedagang yang berjualan di Pusat Grosir Solo (PGS) melakukan aksi demontrasi untuk menolak kenaikan tarif service charge yang dinilai terlalu mahal, Rabu (9/3/2022).

Aksi tersebut dimulai dengan orasi yang dilakukan para pedagang di halaman PGS. Kemudian, 20 orang perwakilan dari para pedagang melakukan aksi menuju Balai Kota Solo dan melakukan audiensi dengan Dinas Perdagangan Kota Solo.

Pemilik Kapal Pesiar Fashion Group Cahyo Sasongko (42) mengatakan, pihak pedagang di PGS menolak kenaikan tarif service charge tersebut. Cahyo mengungkapkan, saat ini ada ratusan pedagang yang berjualan di di PGS. Menurutnya, semua pedagang mengeluhkan hal yang sama terkait kenaikan harga service charge itu.

-Advertisement-

Baca juga: DKK Solo Ungkap Penyebab Vaksin Kedaluwarsa: dari ED Pendek hingga Warga Enggan Vaksin

“Tuntutannya kami menolak service charge dari Rp57.500/meter per bulan menjadi Rp80.000/meter per bulan,” beber Cahyo.

Sebelumnya, lanjut Cahyo, pihak pedagang sudah melakukan musyawarah dengan pihak manajemen PGS. Namun, sampai sekarang belum ada titik temu yang disepakati antara kedua belah pihak.

Sebelumnya, Cahyo membayar sekitar Rp2,7 juta untuk empat kios. Dengan harga yang baru, ia diperkirakan membayar sekitar Rp4 juta.

Baca juga: Underpass Makamhaji Nantinya Tak Boleh Dilewati Kendaraan Berat, Gibran: ‘Solusinya ya Buat Ring Road’

Adapun servise charge tersebut, dijelaskan Cahyo, meliputi biaya pemeliharaan, keamanan, serta promosi. Itu pun belum masuk dalam biaya sewa kios di PGS.

“Iya ada (biaya sewa). Ada biaya sewa untuk yang ngontrak bulanan, tahunan, dan ada tenant yang sudah membayar sampai 2025,” tandas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER