31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaWisataPasar Kangen Jogja,...

Pasar Kangen Jogja, Obat Rindu Menikmati Kuliner Tradisional hingga Memburu Barang Antik

BETANEWS.ID, YOGYAKARTA – Pasar Kangen Jogja kembali hadir sebagai pengobat rindu bagi warga yang ingin menikmati ragam kuliner tradisional hingga bernostalgia dengan barang-barang antik. Even ini dimulai pada 25 Februari 2022 lalu dan berakhir pada 6 Maret mendatang.

Pasar Kangen ini merupakan festival kebudayaan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kali ini, Pasar Kangen diselenggarakan di halaman Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta.

Baca juga : Nostalgia dengan Minuman Limun, Softdrinknya Anak Generasi 70-an

- Ads Banner -

Di Pasar Kangen ini, pengunjung dapat menikmati beraneka ragam jajanan dan makanan tradisional khas Yogyakarta yang akan membawa suasana layaknya kembali ke masa lampau. Selain itu, terdapat pernak-pernik unik, klasik nan antik juga dapat diremui di tempat ini.

Pengunjung dapat datang ke lokasi Pasar Kangen mulai dari pukul 12.00 hingga pukul 21.00 WIB. Selain bisa menikmati makanan jadul dan membawa oleh-oleh pernak-pernik khas Jogja, pengunjung juga dapat menyaksikan penampilan seniman kebanggaan Jogja.

Salah satu pengunjung bernama Maria Arimbhi (24) mengaku sudah sangat mennunggu even tahunan itu. Menurutnya, atmosfer yang ada di Pasar Kangen mengingatkan kenangan semasa ia masih kecil.

“Menurut saya Pasar Kangen membawa saya kembali ke masa kecil, mulai dari vibes-nya sampai jajanannya,” ujarnya kepada Betanews.id, Rabu (2/3/2022).

Di Pasar Kangen, Maria mengaku membeli berbagai macam kuliner, seperti pecel, apem,limun, dan beberapa jajanan pasar yang lainnya. Ia juga mengaku di Pasar Kangen dapat menjumpai banyak hal yang sulit ia temukan di hari-hari biasa.

“Banyak sih yang menarik lainnnya. Ada barang antik, tarot, makanan, minuman tradisional, wedangan. Yang susah dijumpai tarot sama klitikan atau barang bekas,” kata dia.

Baca juga : Menikmati Segarnya Wedang Tahu, Minuman Khas Semarang yang Legendaris

Karena sangat ingin datang ke even musiman itu, Maria sampai harus menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) bersama teman temannya yang berasal dari Solo.

“Saya aslinya Solo. Ke sini tadi naik KRL sama temen-temen, sekalian main-main ke Jogja,” ucapnya.

Masih dalam kondisi pandemi Covid-19, jumlah pengunjung yang datang ke Pasar Kangen terpaksa harus dibatasi untuk meminimalisir kerumunan yang berlebih. Sebelum memasuki area, pengunjung juga diwajibkan untuk men-scan barcode PeduliLindungi.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler