BETANEWS.ID, KUDUS – Meski memiliki keterbatasan fisik akibat kecelakaan yang dialaminya, tidak membuat sopir truk asal Kudus ini menyerah dan berdiam diri. Ia adalah Supriyadi (50), sopir truk yang menggunakan kaki kanan palsu untuk bekerja sehari-hari.
Sehari-hari, Supriyadi bisa ditemui di garasi truk yang berada di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Seperti siang itu, ia terlihat sedang membersihkan truk tronton yang sedang terparkir.
Meski menggunakan kaki palsu untuk bekerja, hal ini seperti tidak mengurangi kegesitannya dalam melangkah. Semangat bapak lima anak ini untuk bekerja sebagai sopir truk tronton terlihat tangguh.
Baca juga: Kerennya Kerajinan Ukir Kayu Buatan Disabilitas Kudus yang Sudah Kirim Hingga Batam
Usai membersihkan truk, Supriyadi bersedia menjelaskan kondisinya. Dalam ceritanya, kaki kanannya terpaksa diamputasi setelah mengalami kecelakaan 2013 lalu.
“Jadi dulu tahun 2013 saya mengalami kecelakaan saat bekerja di Jatisari. Setelah kecelakaan kaki saya harus diamputasi. Meskipun begitu, saya sangat bersyukur masih diberi kesehatan,” ucapnya, Kamis (24/2/2022).
Meski menggunakan kaki palsu, Supriyadi mengaku tidak ada kendala untuk mengendarai truk. Ia pun sudah terbiasa menginjak gas dengan kaki palsunya.
“Kalau kendala ada tapi tidak seberapa. Saya mempunyai siasat tersendiri untuk menyopir truk tronton ini,” ucapnya.
“Kalau kendalanya kadang suka tersangkut, itu termasuk resiko, tapi masih bisa dihindari. Karena semua pekerjaan kan ada resikonya,” ujarnya.
Baca juga: Nyaris Bangkrut, Usaha Disabilitas Kudus Ini Selamat Berkat Tas Gunung dan Tas Pancing
Supriyadi menceritakan, ia sudah menjadi sopir sejak 1996an. Ia biasanya menempuh perjalanan dari Kudus ke Kalimantan dan sekali perjalanan membutuhkan waktu hingga satu minggu.
“Muatan yang saya bawa biasanya mesin, bahan pokok, beras, sapi. Untuk mengantarkan barang bisa sampai satu minggu. Kalau pulang dari sana nunggu muatan dari sana dulu,” bebernya.
Karena kondisinya ini, Supriyadi mengaku pernah sekali mengalami kecelakaan. Tapi kini ia berusaha untuk menghindari dan lebih berhati-hati saat mengemudi.
Ia pun memberikan semangat untuk semua orang yang memiliki keterbatasan fisik agar tidak menyerah. Ia juga mengimbau untuk semua sopir untuk selalu berhati-hati saat berkendara di jalan.
“Untuk temen-temen yang punya keterbatasan, jangan menyerah sama keadaan, terus semangat, karena fisik bukan jadi alasan kita untuk berhenti,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

