BETANEWS.ID, SOLO – Alunan gamelan dan suara dalang terdengar sedang mengalunkan kidung di Pura Mangkunegaran, Selasa (29/3/2022). Tamu yang hadir juga nampak rapi mengenakan kemeja dan pakaian batik.
Di kursi paling depan terlihat Sang Raja Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, yakni Gusti Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo yang nampak gagah mengenakan kemeja batik bermotif Lereng.
Kegiatan tersebut merupakan Tingalan Wiyosan Dalem (ulang tahun) KGPAA Mangkunegaran yang ke-25 dan sang kakak, Gusti Ratu Ajeng (G.R.Aj.) Ancillasura Marina Sudjiwo yang ke-31, yang dirayakan setiap tanggal 29 Maret.

Baca juga : GPH Bhre Resmi Dinobatkan Menjadi KGPAA Mangkunegara X
Untuk memperingati ulang tahun sang pemimpin Pura Mangkunegaran itu, digelar pertunjukan wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk. Pagelaran wayang tersebut digelar di Pendhapa Prangwedanan Puro Mangkunegaran, Solo.
Kepada Betanews.id, Direktur Akademi Seni Mangkunegaran (Asga), Raden Ayu (R.Ay.) Irawati Kusumorasri mengatakan, penyelenggaraan pertunjukan wayang tersebut merupakan keinginan dari Mangkunegara X.
“Wayang kulit klasik gaya Mangkunegaran, kami dari Akademi Seni Mangkunegaran (Asga) yang didawuhi (diminta) untuk menggelar wayang kulit ini,” ujar Irawati.
Bahkan, cerita pewayangan yang dimainkan dipilih langsung oleh Mangkunegara X. Yakni kisah perjalanan Raden Tetuka menjadi Raja Pringgondani dengan gelar Prabu Anom Harya Gathotkaca.
“Beliau (Gusti Bhre) yang memilih cerita ini. Ya mungkin ada yang menyarankan dan beliau yang memilih tentang cerita Gathotkaca. Gathotkaca kan Prabu Anom, pria muda gitu ya dan dikenal gagah berani dan banyak kelebihannya,” bebernya.
Adapun dalang yang memainkan wayang tersebut adalah Ki Purnomo, salah satu dosen di Akademi Seni Mangkunegaran. Sang dalang juga diiringi oleh musik pengrawit dan sinden dari dosen-dosen dan Pasinaon Dalang ing Mangkunegaran/Pedalangan Mangkunegaran (PDMN).
“Selama ini jarang sekali menggelar wayangan pada saat ulang tahun, biasanya ya pesta hanya keluarga, abdi-abdi dalem, tapi malam ini justru beliau Kanjeng Gusti ingin sekali menggelar wayang kulit,” kata dia.
Lebih lanjut, menurut Irawati, keinginan Mangkunegara X untuk menggelar kesenian wayang merupakan hak yang sangat poasitif. Ia menyebut, Gusti Bhre sudah melihat harta karun Mangkunegaran, seperti kesenian dan budaya.
Baca juga : Gibran dan Pangeran Mangkunegaran Akan Buat Kawasan Pesaing Malioboro
“Jadi ini memang tidak mengundang banyak tamu tetapi ini suasananya hangat terbatas, kenalan-kenalan beliau, kerabat-kerabat Mangkunegaran yang dekat, dan juga abdi-abdi dalem Mangkunegaran,” tuturnya.
Bahkan, Irawati mengaku tidak ingat kapan perayaan ulang tahun anggota keluarga Mangkunegaran yang menggelar pertunjukan wayang. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda.
“Saya tidak ingat, tetapi sudah lama sekali dan apalagi pada masa pandemi dua tahun,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

