31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Cegah Stunting, Bayi Prematur di Kudus Dapat Bantuan Asupan Gizi

BETANEWS.ID, KUDUS – Ibu dengan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) atau prematur mendapatkan bantuan dari TP PKK Kabupaten Kudus dan RSUD Loekmono Hadi, Kamis (10/3/2022). Bantuan ini merupakan salah satu upaya mencegah stunting.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo mengatakan, kasus stunting di Kudus sampai saat ini masih stagnan. Artinya, tidak ada peningkatan maupun penurunan kasus stunting dalam kurun waktu terakhir.

Maka dari itu, berbagai langkah pencegahan dilakukan oleh gerakan PKK melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan diharapakan mendorong para ibu untuk mampu menyiapkan masa kehamilan dan kelahiran dengan memperhatikan asupan gizi.

-Advertisement-

Baca juga: Angka Stunting di Kudus Capai 4,7 Persen, Hartopo: ‘Kami Terus Berupaya Turunkan Angka Stunting’

“Stunting di Kudus stagnan tidak ada penurunan dan kenaikan. Maka kita fokus untuk pencegahan stunting, di antaranya memberi perhatian lebih kepada bayi lahir dengan berat di bawah rata-rata atau prematur,” ujarnya dalam kegiatan Supervisi Pelaksanaan Collecting Data Baseline Survey Buku KIA Khusus Bayi Kecil di RSUD Loekmono Hadi.

Dirinya juga memberi dorongan kepada ibu dengan bayi BBLR untuk telaten dalam merawat anak yang merupakan titipan dari tuhan. Mawar Hartopo meyakini bahwa setiap anak adalah generasi penerus bangsa yang menjadi calon pemimpin di masa depan. Untuk itu, sebagai orang tua wajib mempersiapkan masa depan tersebut dengan menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Buku KIA (kesehatan ibu dan anak) Khusus yang akan ibu dapat mohon dibaca-baca. Rajin-rajin check up ke posyandu setiap minggu,” pesannya.

Baca juga: Angka Stunting di Jateng Turun Hingga 17 Persen, Lampaui Target SDGs

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar menyampaikan, persoalan BBLR mendapat perhatian khusus supaya cepat tertangani. Pasalnya bayi dengan berat badan rendah apabila menginjak usia dua tahun dan kondisinya masih sama dapat menjadi stunting. Maka untuk itu, jika ada bayi BBLR diharapkan segera dirujuk ke RSUD untuk mendapat penanganan oleh dokter spesialis.

“Persoalan BBLR apabila tidak tertangani dengan baik, bisa menjadi stunting jika sampai dua tahun tubuh kecil dibawah standar. Harapannya penanganan dari puskesmas bisa dirujuk ke RSUD, karena kami ada tiga dokter spesialis anak,” tandas Achyar.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER