BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek dan Museum Patiayam mendapat gelontoran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemedikbud Ristek) masing-masing Rp700 juta.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah menerangkan, dana DAK itu meningkat Rp100 juta dari tahunsebelumnya sebanyak Rp600 juta. Tambahan anggaran itu nantinya akan digunakan untuk kegiatan non-fisik dan perawatan.
“Anggaran DAK ini sulit didapatkan, hanya beberapa wilayah saja yang dapat. Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Kudus bisa dapat lagi,” ujarnya.
Baca juga: Ternyata Ini Sosok Penggagas Museum Kretek Kudus
Menurut Tika, alasan kementerian memberikan tambahan anggrana karena menilai Kudus sukses menggelar kegiatan yang sangat baik, banyak melibatkan masyarakat, dan mengenalkan wisata edukasi museum.
“Kegiatan kita betul-betul banyak melibatkan masyarakat. Terus kemudian SPJnya tidak terlambat, perawatan dan kegiatan mendorong masyarakat melestarikan museum, ada kajian musuem kretek dan Patiayam juga,” bebernya, Kamis (17/2/2022).
Baca juga: Satu-satunya di Dunia, Museum Kretek Disebut Sudah Selayaknya Go Internasional
Dia menyebutkan, berbagai kegiatan itu seperti museum go to school, seminar kajian Museum Kretek, belajar di Museum Patiayam, Belajar Tari di Musuem Kretek, seminar kajian Museum Patiayam, dan masih banyak kegiatan lainnya.
“Tentunya kegiatan tahun ini nanti tidak jauh beda seperti tahun sebelumnya. Secara detailnya belum ada, tapi kurang lebih hampir sama. Pokoknya untuk mengedukasi masyarakat dan banyak melibatkan masyarakat,” tandas Tika.
Editor: Ahmad Muhlisin

