Lantai 2 Asrama SMA MTA Putra Solo Dijadikan Tempat Isolasi

BETANEWS.ID, SOLO – Jumlah kasus siswa yang terpapar Covid-19 di SMA MTA Putra, Solo terbilang cukup tinggi. Berdasar data dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, pada Senin (7/2/2022) kemarin, tercatat ada 278 siswa dan guru yang terpapar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Ahyani mengatakan, bahwa siswa dan guru yang berada di sana sudah tertangani. Dengan jumlah yang cukup banyak itu, bangunan asrama yang memiliki gedung tingkat dijadikan tempat isolasi di lantai duanya.

“Ya sekarang malah justru dijadikan penanganan di tempat itu sekalian, diisolasi di situ sekalian, kan di sana bentuknya asrama. Di sana juga ditangani oleh kliniknya sendiri, kan punya klinik, itu juga dimonitor DKK,” paparnya.

-Advertisement-
Lantai 2 Asrama SMA MTA Putra dijadikan tempat isolasi. Foto: Ist

Baca juga : 444 Orang dari 39 Sekolah Terpapar Covid-19, Gibran Langsung Hentikan PTM

Menurut Ahyahi, kebanyakan siswa dan guru SMA MTA Putra yang terpapar Covid-19 hanya menunjukkan gejala ringan dan didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG). Meski demikian, ia menjelaskan, bahwa pihak DKK Solo akan terus melakukan monitoring dan pengontrolan.

“Kondisinya aku ra ngerti dewe, tapi kan ada yang bergejala atau yang lainnya, tapi kondisinya masih positif ya kemarin pas dilakukan tes. Ada beberapa sebagain besar masih positif, jadi dilajutkan (isolasi) di sana. Untuk PTM sudah dihentikan dan karena di sana boarding school yang belajar mengajarnya juga disana,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang meskipun kasus positif Covid-19 di Kota Solo terus melonjak termasuk dari lingkungan sekolah.

“Lumayan banyak, tapi gak apa-apa wes dikondisikan. Tenang saja ya, kasusnya memang lagi naik. Tenang saja,” ujar Gibran.

Gibran juga mengakui, bahwa di Kota Solo sudah ada klaster Covid-19 dari lingkungan sekolah. Kendati demikian, ia mengatakan, bahwa sebagian besar kasus adalah tanpa gejala (OTG), sehingga menurutnya akan segera sembuh.

Baca juga : Kasus Covid-19 di Solo Kini Sudah Menyebar ke 21 Sekolah

“Seminggu lah sudah sembuh, saat ini juga sudah diisolasi,” kata dia.

Lebih lanjut, Gibran mengatakan, bahwa selama sepekan ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan PTM di Kota Solo. Pihaknya berharap, dalam dua minggu mendatang, PTM bisa kembali dilaksanakan.

“Tapi tidak memaksa jika ada orangtua yang tidak mengizinkan anaknya ikut PTM, diperbolehkan dan tidak dianggap absen. Mereka bisa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER