BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo mengungkapkan kekhawatirannya bila Kudus kembali jadi zona hitam penyebaran virus Covid-19. Apalagi, kalau mengaca pada Juli 2021 lalu, Kudus sempat dijadikan ‘biang kerok’ penyebaran virus varian Delta.
Agar kejadian buruk itu tak kembali terulang, Hartopo pun langsung berkomunikasi dengan unsur Forkompinda beserta jajaran di bawahnya untuk merancang berbagai langkah paling tepat dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.
Baca juga : Kasus Covid di Kudus Merangkak Naik, 12 Orang Jalani Perawatan di RS
Langkah yang dipilih di antaranya adalah, jam malam untuk pedagang akan kembali diberlakukan. Kalau sebelumnya jam malam sampai pukul 21.00 WIB, pihaknya akan berencana mengembalikan pukul 20.00 WIB semua pedagang harus menutup kedainya.
“Namun kita perlu koordinasikan dulu. Apakah tetap jam 9 atau dikembalikan ke jam 8 malam. Tapi memang kemungkinan pedagang harus dibatasi,” kata Hartopo saat konferensi pers di Pendapa Kabupaten Kudus bersama unsur Forkompimda, Senin (7/2/2022).
Lebih lanjut, agar tidak kecolongan, di pintu masuk Kudus pengetatan juga akan kembali dilakukan. Kendaraan yang akan masuk Kudus mulai diperiksa seperti sebelumnya.
Untuk itu, Hartopo meminta Satpol PP bisa bekerja sama dengan Polri dan TNI. Sebagai langkah pengetatan orang luar daerah masuk Kudus.
Hartopo juga meminta agar warga tidak berwisata ke luar kota terlebih dahulu. Sebab, penyebaran varian Omicron sedang bergerak masif.
“(Omicron) lebih ganas penularannya daripada Delta. Harus lebih disiplin protokol kesehatan. Jangan sewaktu-waktu buka masker. Harus benar-benar steril,” ingat Hartopo.
Agar tidak terlambat mendeteksi varian Omicron, Pemkab Kudus meminta Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI.
Baca juga : Hadapi Lonjakan Omicron, Ganjar: ‘Rumah Sakit, Tempat Isolasi, Hingga Oksigen Sudah Siap’
Kemudian, Pemkab Kudus juga mempersiapkan segala hal yang diperlukan ketika kasus covid membeludak. Tempat isolasi terpusat di Rusunawa mulai disiapkan. Ditambah dengan segala sarana dan prasarana yang terus dilengkapi. Termasuk tenaga kesehatan yang disiagakan.
“Kita sudah siapkan semua. Sudah persiapan BOR RS, ICU, SDM, hingga APD, kita siapkan. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bekerja maksimal,” ungkapnya.
Editor : Kholistiono

