Kasus Covid-19 Ditemukan di 13 Sekolah, Gibran: ‘PTM Tetap Jalan’

BETANEWS.ID, SOLO – Daftar sekolah di Kota Solo yang dikonfirmasi terdapat kasus Covid-19 terus bertambah. Jika sebelumnya sudah ada 11 sekolah dari jenjang SD hingga SMA, Kamis (3/2/2022) bertambah dua lagi menjadi 13 sekolah. Data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, hari ini ada 119 warga yang positif covid-19 dengan 43 di antaranya dari sekolah.

13 sekolah itu adalah SD Sayangan, SD 16 Mangkubumen, SD Pangudi Luhur Santo Valentinus, SD Kemasan Kratonan, SMP N 4, SMP Bintang Laut, SMA Warga, SMA 5, SMA 1, SMA Mikael, SMA Kristen 1, SMA Ursulin, dan SMA MTA.

Namun meski kasus meningkat, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memastikan tetap melanjutkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), kecuali di sekolah yang sudah menjadi klaster. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi lebih lanjut, karena sesuai prediksi, akan terjadi kenaikan kasus pada Februari dan Maret.

-Advertisement-

Baca juga: Waspada! Dari 91 Sampel Pasien Covid-19 di Solo yang Dites WGS, 11 Mengarah Omicron

“Ya nanti kita evaluasi lagi, sekiranya para orangtua murid resah atau tidak menginginkan anak-anaknya PTM, ya nanti kita evaluasi lagi,” kata dia saat ditemui di depan Kantor Wali Kota Solo, Kamis (3/2/2022).

Sejauh ini, Gibran juga mengaku mendapatkan beberapa desakan dari orangtua siswa, di antaranya untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), serta usulan untuk melaksanakan PTM secara terbatas 50 persen.

“Kita evaluasi dulu. Nanti misalkan kalau ada intruksi khusus dari Pak Gubernur untuk 50 persen, ya kita jalankan. Tapi sejauh ini kita tetap jalan seperti biasa dulu, tetep kita monitor,” jelasnya.

Gibran juga meminta kepada orangtua siswa untuk tidak merasa risau selama anaknya mengikuti PTM. Ia menjelaskan bahwa kebanyakan siswa atau guru yang terpapar adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang proses penyembuhannya lebih cepat. Terlebih, jika kedapatan siswa yang terpapar Covid-19, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga selalu melakukan tracing serta testing.

Nggak perlu risau, yang penting setelah ketahuan positif langsung kita pisahkan. Satu sekolah kita swab, yang di rumah juga kita tracing. Itu aja,” ujarnya.

Baca juga: Varian Omicron Terdeteksi di Solo Raya, Gibran Minta Warga Tidak Panik

Lebih lanjut, menurut Gibran, saat ini protokol kesehatan di sekolahan sudah dijalankan dengan ketat. Menurutnya, yang lebih penting adalah perlunya pengawasan saat siswa sudah keluar dari sekolah.

“Setelah pulang sekolah itu apakah langsung pulang, apakah ada kegiatan di luar sekolah itu yang paling penting untuk dimonitor. Ya kalau sudah di rumah atau pulang sekolah kan sudah bukan tanggung jawab guru lagi, ya. Tapi tetep semua kita monitor, dan untuk para orang tua ya anak-anaknya mohon di jaga lah setelah anaknya pulang,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER