31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Isoter di Solo Mulai Terisi, Rumah Sakit Mulai Rawat Pasien Covid-19

BETANEWS.ID, SOLO – Paparan Covid-19 di Kota Solo mengalami kenaikan yang signifikan. Hal itu membuat sejumlah rumah sakit sudah mulai merawat pasien Covid-19. Begitu pula dengan tempat isolasi terpusat (isoter) juga mulai terisi.

Seperti halnya di Rumah Sakit Moewardi Solo yang saat ini sudah merawat 50-an pasien positif Covid-19 yang berasal dari wilayah Solo Raya.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Utama RS Dr Moewardi Solo, Cahyono Hadi. Meski demikian, angka tersebut menurutnya bukan merupakan lonjakan yang tajam.

-Advertisement-

Baca juga : Tambah 3 Digit Sehari, DKK Sebut Covid-19 di Solo Bisa Tembus Seribu Kasus Sepekan ke Depan

“Tidak melonjak tinggi, tetapi sudah ada 50-an pasien positif Covid-19 yang dirawat di sini. Mereka banyak yang komorbid dan anak-anak juga ada,” kata Cahyono.

Cahyono mengungkapkan, RS Dr Moewardi mulai merawat pasien Covid-19 sejak Minggu ketiga Januari lalu. Padahal sebelumnya, rumah sakit tersebut mencatat nol pasien positif Covid-19 pada awal Januari.

“Awal Januari lalu kita sempat nol pasien positif Covid-19 selama seminggu, tapi tetap merawat pasien suspect. Mulai merawat lagi pasien positif Covid-19 pada minggu ketiga Januari,” katanya lagi.

Untuk saat ini, Cahyono menerangkan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan kurang lebih 200-an tempat tidur untuk menangani pasien Covid-19. Meski demikian, ia mengaku siap untuk menambah lagi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Karena kan pengalaman kita yanng gelombang dua kan kita bisa menyediakan 650 bed. Jadi kita siap, pasti kita siap dengan bed. Ya skenario kita kan meledak kaya gelombang dua itu kan kita sudah punya pengalaman seperti itu, sehingga kita sudah punya pengalaman seperti itu,” paparnya.

Lebih lanjut, Cahyono mengatakan, bahwa ketersediaan tenaga kesehatan (nakes), obat-obatan, serta oksigen saat ini masih bisa dikendalikan. Meski beberapa waktu lalu ada nakes yang sempat terpapar Covid-19, namun saat ini nakes tersebut sudah sembuh.

“Untuk tenaga kesehatan, oksigen dan obat-obatan masih terkendali. Karena kita sudah pengalaman menghadapi gelombang kedua tahun lalu,” jelasnya.

Tak hanya rumah sakit saja, Ndalem Priyosuhartan, Kota Solo, saat ini sudah mulai aktif digunakan kembali sebagai tempat isolasi terpusat (isoter).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Nico Agus Putranto menyebutkan, sejak Rabu (9/2/2022) sore, tercatat sudah ada lima warga yang menjalani isolasi di rumah megah eks milik mantan Kakorlantas, Djoko Susilo itu.

“Sejak kemarin sore sekitar 17.30 WIB, lima orang langsung dikirim dari Puskesmas ke sini,” jelas Nico.

Dari lima orang yang menjalani isolasi di Ndalem Priyosuhartan tersebut, satu di antaranya anak-anak yang berusia belasan tahun. Karena dianggap sudah bisa menjaga diri, Nico mengatakan, bahwa anak tersebut tidak perlu didampingi orang tuanya saat menjalani isolasi.

Baca juga : Kasus Covid-19 di Solo Kini Sudah Menyebar ke 21 Sekolah

Sebagai tempat isolasi terpusat, Nico menjelaskan, bahwa pihaknya sudah 41 bed dan sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Selain menyiapkan bed atau tempat tidur, pihaknya juga menyiapkan fasilitas lain seperti toilet, WiFi dan TV. Petugas kesehatan yang bertugas di sana juga siaga untuk memantau kondisi pasien.

“Sebelumnya sudah kita siapkan semuanya. Mereka yang dibawa ke sini semuanya orang tanpa gejala (OTG),” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Nico, mereka yang dibawa ke isoter tersebut lantaran tempat tinggal mereka tidak memenuhi syarat untuk dilakukan isolasi mandiri (isoman). Oleh karena itu, mereka harus dibawa ke isoter untuk mengantisipasi penularan kepada lingkungan terdekatnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER