BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus terus berupaya mengenalkan kopi muria ke seluruh penjuru dunia. Bahkan, dalam tiga tahun ini kopi dari lereng Muria itu sudah ekspor ke berbagai negara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, untuk mengenalkan produk asli Kudus ini, Disbudpar berencana membuat wisata edukasi tentang kopi muria. Nantinya, program itu dikemas dalam cara lebih asik, agar menarik minat para wisatawan yang hadir ke Kudus.
“Jadi nanti ada edukasi kopi, ada wisata tracking di kebun kopi, belajar mengolah kopi, dan wisatawan juga bisa menikmati kopi. Wisatawan pulang tidak hanya membawa oleh-oleh saja nantinya,” jelas perempuan yang sering disapa Tika itu, Sabtu (12/2/2022).
Baca juga: Flora dan Fauna Khas Muria Jadi Motif Batik yang Keren di Batik Manjing Werni
Tidak berhenti di situ, untuk lebih memperkenalkan kopi asli Kudus tersebut, Disbudpar juga berencana mengadakan festival kopi. Asalkan, kasus Covid-19 rendah dan mendapatkan persetujuan dari satgas covid Pemkab Kudus.
“Rencana waktunya habis lebaran tahun ini. Dengan catatan micro covid memungkinkan,” ungkapnya.
Untuk anggarannya, Tika memperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp70 juta. Dengan adanya kegiatan itu, pihaknya berkeinginan menjadikan kopi muria sebagai keunggulan Kudus.
Agar rencana tersebut tercapai, Disbudpar Kudus terus berupaya menekan penyebaran kasus covid-19, dengan terus mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Kopi Muria Moelyo, Nikmatnya Cita Rasa Robusta Muria Hasil Olahan Tradisional
“Kita terus mengimbau petugas wisata untuk memantau penerapan protokol kesehatan. Satgas dari Disbudpar juga sering melakukan pemantauan ke lokasi-lokasi wisata,” ucapnya.
Selain semua rencana itu, Disbudpar juga telah menyiapkan program kegiatan di 2022 ini, dalam rangka melestarikan seni budaya yang ada di Kabupaten Kudus.
“Program kerja di tahun 2022 ini, kita ada pentas wayang. Ini dalam rangka pelestarian seni budaya yah ada di Kabupaten Kudus,” tandas Tika.
Editor: Ahmad Muhlisin

