BETANEWS.ID, SOLO – Brand busana muslim lokal ternama, yaitu KAMI, kini melakukan ekspansi pasar ke Solo. Hal itu tak lepas dari tingginya permintaan pasar dari daerah tersebut.
CEO dan Founder KAMI, Istafiana Candarini mengatakan, KAMI Store Solo merupakan outlet yang ke 21 yang telah dibuka. Ia menyebut, setidaknya ada 23 outlet yang akan dibuka di tahun 2022 ini.
Menurutnya, sejauh ini antusiasme konsumen di Kota Solo cukup tinggi sehingga akhirnya diputuskan untuk membuka gerai di Kota Bengawan ini.

Baca juga : Brand-brand Fashion Ternama Diharapkan Bisa Kerja Sama dengan Industri Lokal
“Memang pertimbangan kami untuk ekspansi adalah memilih kota yang marketnya sudah terbentuk. Bisa dilihat dari banyaknya kami mengirim online ke kota tersebut. Aktivasi di media sosial juga animonya bagus,” katanya usai pembukaan Kami Store Solo di Jalan DR Radjiman 557 E No.557, Sondakan, Laweyan, pada Sabtu (5/2/2022).
Bahkan, dikatakannya, KAMI sudah bekerja sama dengan pabrik tekstil dan garmen di Solo. Tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menggandeng UMKM batik dari sekitar.
“Solo kan identik dengan kain batik. Kami sudah sampaikan ke Ibu Wakil Wali Kota Surakarta (Serlly Teguh Prakosa) bahwa kami sudah menjalin kerja sama dengan pabrik tekstil dan garmen di Solo,” katanya.
Lebih lanjut, Irin mengatakan, bahwa pihaknya menggunakan beberapa platform digital untuk mempertahankan koneksi dengan konsumennya saat masa pandemi ini. Koneksi tersebut dipertahankan dengan seringnya dilakukan gathering online, seminar online, ataupun webinar.
Sementara itu, Pemilik KAMI Store Solo Ndaru Tri Rahayu mengatakan, bawa produk KAMI menyasar seluruh lapisan masyarakat di berbagai usia. Selain itu, meski lebih banyak mengangkat motif dengan warna sederhana, namun juga menghadirkan beberapa pattern yang manis dan cocok di semua kalangan.
“Tentuya kalau saya ingin mendekati semua lapisan ya. Kalau beberapa kompetitor hanya untuk beberapa lapisan tertentu saja, tapi kalau saya sendiri dari segala lapisan pengen kita dekatin. Salah satunya kemarin kita melalui pendekatan ke pesantren,” ujar Ndaru.
Baca juga : Berkualitas dan Harga Mede, Produk Custom Fashion Wizzi Clothing Tembus Pasar Mancanegara
Harga yang ditawarkan di KAMI, berkisar mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 320 ribuan untuk kerudung. Selain itu, busana-busana yang lainnya dimulai dari harga Rp 400 ribuan.
Tak hanya memproduksi baju muslim wanita saja, KAMI juga membuat busana muslim untuk pria dan anak-anak mulai dari usai dua tahun.
“Kita lebih banyak mengusung ke warna-warna earth tone ya, jadi lebih kalem-kalem gitu dan 2022 kita mencoba ke arah-arah yang pastel. Semuanya ada yang top kemudian celana pallazo, bisa dipakai kapan aja. Jadi casualnya dapet, resminya juga dapat. Cowok juga ada, kita setiap lebaran bisa mengeluarkan family set,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

