BETANEWS.ID, KUDUS – Belajar dari pengalaman tahun lalu, saat kasus Covid-19 di Kudus meningkat pesat, membuat Kepala Desa Megawon, Nurasag, mengusulkan penyediaan tabung oksigen di tiap desa.
“Pengalaman tahun kemarin pas lonjakannya sangat tinggi, rumah sakit penuh, armada juga sibuk, warga saya yang sudah sesak nafasnya tidak bisa tertolong,” ungkapnya, Jumat (25/2/2022).
Padahal, bila saat itu warganya bisa mendapat pertolongan pertama dengan bantuan oksigen, kemungkinan bisa terselamatkan. Tapi waktu itu keberadaanya juga sangat langka.
Baca juga: Warga Positif Covid-19 yang Tetap Bandel Berkeliaran Akan Diangkut ke Isoter
Dari pengalaman itu lah, akhirnya Nurasag mengusulkan untuk menyediakan tabung oksigen di setiap desa sebagai langkah pertolongan pertama, jika Covid-19 kembali meninggi di Ramadan mendatang. Karena beberapa bulan lagi akan memasuki Ramadan dan Lebaran, tentunya nanti mobilitas masyarakat akan meningkat.
“Tapi kita tetap pantau warga kami, kami juga sediakan pos-pos untuk antisipasi Hari Raya Lebaran nanti,” katanya.
Kemudian, untuk memaksimalkan kembali agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan, pihaknya juga telah menguatkan satgas jogo tonggo serta imbauan vaksinasi bagi masyarakat. Nurasag menilai, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri sudah tinggi. Sehingga untuk mengoptimalkan jogo tonggo di wilayahnya sangat terbantu.
Baca juga: Dinas Kesehatan Semarang Prediksi Kasus Covid-19 Bakal Naik hingga Maret
“Dulu masih susah, tapi sekarang alhamdulillah karena masyarakat juga sudah mengalaminya sendiri pas pandemi,” ucapnya.
Lebih lanjut, saat ini kasus positif covid-19 di Desa Megawon hanya menyisakan 2 warga saja. Yang mana kedua warga tersebut saat ini tengah isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Editor: Ahmad Muhlisin

