BETANEWS.ID, KUDUS – Foto rumah reyot di Dukuh Ngelo di RT 3 RW 3, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus viral di media sosial. Postingan Facebook itu diberi keterangan bahwa pemilik rumah, Syarif dan Anita tak pernah tersentuh bantuan. Sontak saja, postingan itu mendapat komentar beragam dari warganet.
Ditemui di rumah tersebut, Kepala Desa Karangrowo Heri Darwanto membenarkan rumah yang di media sosial itu milik warganya, yakni pasangan Syarif dan Anita. Namun, ia menegaskan bahwa keterangan pada foto itu tidak tepat.

“Benar itu memang warga saya. Tapi, terkait keterangan bahwa yang bersangkutan tidak pernah dapat bantuan itu tidak benar. Ibu Anita pemilik rumah itu sejak 2020 selalu dapat bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial tunai (BST),” ujarnya, Selasa (4/1/2022).
Baca juga: Kisah Pilu Warga Gondangmanis Tinggal di Rumah Rusak Parah, Setiap Hujan Takut Runtuh
Dia mengatakan, keluarga Anita sudah mendapatkan BLT sebanyak 11 kali dari Juli 2020 hingga sekarang. Namun, yang terakhir tidak boleh dobel bantuan, makanya bantuannya tinggal BST saja.
“Ini data kami valid. Kami juga memastikan bahwa tahun ini BST untuk Anita masih akan berlanjut,” terangnya.
Heri menambahkan, rumah tersebut memang tidak layak huni. Sebenarnya tiga tahun yang lalu, pihaknya sudah mengajukan ke Dinas Sosial agar dapat bantuan bedah rumah. Namun, sampai sekarang belum menerima bantuan itu.
“Saya mengakui rumah Anita ini tidak layak huni. Kami pun sebenarnya sudah mengajukan bantuan bedah rumah untuk Anita,” bebernya.
Sementara itu, Anita juga membantah kabar dirinya tak pernah dapat bantuan. Selama ini ia dapat BLT dan BST. Dia pun mengaku bingung, dengan kabar yang beredar di media sosial tersebut.
Baca juga: Rusak Diterjang Longsor, Ternyata Rumah Anak Cipto Baru Selesai Dibangun
“Kabar itu tidak benar. Saya selama ini dapat bantuan BLT dan BST ujar,” tegasnya.
Ibu tiga anak itu mengatakan, dapat bantuan BLT sebesar Rp300 ribu selama 11 kali. Serta bantuan BST satu kali sebesar Rp600 ribu yang penyalurannya melalui kantor pos.
“Bantuan BLT dan BST saya dapat. Untuk bantuan bedah rumah kata dari pemerintah desa sudah diajukan dan harus sabar,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

