BETANEWS.ID, SEMARANG – Kertas karton, lem, gunting dan tang menjadi teman sehari-hari Andi Purnomo (60) setiap jelang Imlek. Di trotoar Jalan Pecinan, dia membuat Barongsai yang kemudian dia jual.
Meski tak lagi muda, semangat Andi tak pernah layu. Dia terlihat bersemangat membuat Barongsai. Dalam satu hari, dia bisa membuat lebih dari lima Barongsai, tergantung dengan cuaca.
Dia sengaja membuat Barongsai di trotoar jalan, agar pengendara mengetahui cara membuat Barongsai. Menurutnya, sudah jarang yang berminat membuat Barongsai sejak pandemi.

Baca juga : Perayaan Imlek Ditiadakan, Pesanan Barongsai Banyak Dibatalkan
Selain menjual, jika ada yang ingin belajar membuat Barongsai, Andi akan membantu dengan senang hati. Dia bertekat ingin melestarikan budaya Barongsai di kawasan Pecinan Semarang.
Warga Kelurahan Kranggan, Semarang Tengah itu, hanya mengandalkan keterampilan secara otodidak untuk membuat Barongsai tersebut.
“Tak pernah berguru, saya belajar secara otodidak,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Selasa (18/1/2022).
Secara teliti, Andi memadukan kertas karton dengan lem, sehingga membentuk kepala Baraongsai setengah jadi. Namun, musim hujan membuat proses pengeringan Barongsai sedikit lama.
Beberapa kepala Barongsai berwarna merah dengan detail dan pernik layaknya kepala Baraongsai asli yang siap dijual, dia tata sedemikian rupa agar mudah dilihat oleh pengguna jalan.
“Saya sudah 15 tahun membuat Barongsai kayak gini,” ujarnya.
Baca juga : Virus Corona Hambat Produksi Barongsai di Kudus
Jelang perayaan Imlek yang akan berlangsung dua pekan mendatang, pria 60 tahun itu mengaku, kepala Barongsai buatannya bisa laku mulai 7 hingga 10 unit dalam satu minggu.
“Saya syukuri, meski jauh dibanding sebelum pandemi lalu,” katanya.
Dia menjelaskan, Barongsai yang dia buat dijual dengan harga mulai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Ketika mendekati Imlek, biasanya akan banyak pembeli. Namun, dia sedih lantaran Imlek tahun ini tak ada perayaan besar di Pecinan.
“Saya akan jual barongsai ini sampai puncak Imlek,” paparnya.
Editor : Kholistiono

