31 C
Kudus
Rabu, April 21, 2021
Beranda UMKM Perayaan Imlek Ditiadakan,...

Perayaan Imlek Ditiadakan, Pesanan Barongsai Banyak Dibatalkan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah ruangan rumah yang beralamat di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak seorang pria mengenakan kacamata sedang sibuk. Ia terlihat merangkai iratan rotan membentuk sebuah barongsai. Rangakaian rotan berbentuk barongsai tersebut kemudian dilapisi kain kasa, kertas dan dicat. Pria tersebut yakni Alvis Rezando (23) perajin barongsai.

Sembari beraktivitas, ia pun sudi berbagi penjelasan tentang kerajinan barongsai di masa pandemi. Dia menuturkan, pesanan barongsai menjelang Tahun Baru Imlek 2021 turun drastis. Menurutnya, turunnya orderan tersebut dikarenakan ada himbauan dari pemerintah agar perayaan Tahun Baru Imlek diselenggarakan secara sederahana akibat dari pandemi. Selain itu, diimbau agar tidak ada arak – arakan atau pun pentas seni barongsai.

Alvis Rezando sedang membuat barongsai. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Virus Corona Hambat Produksi Barongsai di Kudus

“Sebenarnya, sebelumnya itu banyak yang menanyakan dan akan pesan barongsai, karena Pak Ganjar melarang diadakan pentas barongsai di Jawa Tengah pada Tahun Baru Imlek 2021, jadi para calon pemesan mengurungkan niatnya,” ujar pria yang akrab disapa Alvis kepada Betanews.id, Rabu (10/2/2021).

Pria lajang tersebut mengatakan, sebenarnya pesanan barongsai itu sudah turun sejak adanya pandemi. Namun, tahun ini pesanan makin berkurang akibat kebijakan dan imbauan dari pemerintah untuk pementasan barongsai. Dia mengaku, pada tahun sebelumnya ia bisa menerima orderan sekitar 50 unit barongsai, tapi pada tahun ini ia mendapatkan pesanan sekitar 30 unit saja.

Lebih lanjut kata dia, tetap mensyukuri meski pesanan barongsainya turun drastis. Sebab, ia pun menyadari memang kondisi pada masa pandemi semua serba sulit dan harus tetap mematuhi anjuran pemerintah. Dia mengaku, saat ini masih mengerjakan empat unit lagi dari 30 unit yang dipesan para pelanggannya. Kebanyakan, pesanan itu datang dari luar Pulau Jawa.

“Pesanan barongsai tahun ini dari luar Jawa semua. Ada dari Pontianak, Palangkaraya, Medan, dan daerah lainnya,” ungkap Alvis yang mengaku memasarkan hasil kerajinannya melalui media sosial instagram dengan nama pengrajin barongsai kudus.

Dia mengatakan, membuat barongsai sejak 2016. Ia membikin barongsai karena suka dengan pentas seni yang mirip dengan seni Barong Jawa tersebut. Berawal dari itu, ia pun mencoba bikin barongsai secara otodidak. Lambat laun ia pun sudah mahir membuat barongsai. Barongsai hasil karyanya ada dua model.

“Barongsai yang saya bikin ada dua model atau bentuk. Ada yang bentuk hok shan atau orang sini nyebutnya barongsai bebek serta bentuk foshan atau barongsai kucing,” jelasnya.

Baca juga : Lewat Mimpi, Alvis Temukan Cara Buat Kedipan Barongsai

Untuk harga tambahnya, ia mematok berbeda antara barongsai bebek dan barongsai kucing. Harga barongsai bebek ia banderol Rp 5,5 juta per unit, sedangkan barongsai kucing harganya lebih mahal yakni Rp 6 juta per unit. Menurutnya, ia juga bisa membuat barongsai naga. Dia juga mengaku dulu sering dapat orderan barongsai tersebut.

“Tapi untuk tahun ini saya hanya dapat orderan barongsai naga satu unit saja. Sedangkan yang paling diminati itu barongsai bebek,” bebernya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
36,004PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler