BETANEWS.ID, KUDUS – Menghadapi ancaman Covid-19 Varian Omicron, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali menyiagakan ruang isolasi terpusat di Asrama Akademi Kebidanan (Akbid). Di tempat yang berada dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi itu, terdapat 96 tempat tidur yang siap menampung pasien.
Bupati Kudus HM Hartopo pun melakukan kunjungan ke Asrama Akbid, Senin (24/1/2022) pagi. Dalam tinjauan itu, Bupati berpesan kepada Direktur RSUD Abdul Aziz Achyar, agar tetap menyiapkan skenario terbaik untuk menghadapi kemungkinan terburuk, baik tentang sumber daya manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana.
”Kamar tetap dirawat, dibersihkan agar saat digunakan siap. Hasil PCR juga harus bisa diketahui cepat agar pasien bisa cepat mendapat tindakan,” tuturnya.
Baca juga: 9 Kasus Positif Varian Omicron Ditemukan di 4 Daerah Jateng
Hartopo juga mengapresiasi langkah RSUD yang tetap siap mengantisipasi kemungkinan adanya serangan Varian Omicron, yakni tetap memyediakan ruang ICU isolasi dan asrama Akbid. Di sisi lain kepercayaan masyarakat kepada pelayanan kesehatan di RSUD juga meningkat dengan angka BOR yang stabil antara 68-75 persen.
”Memang saat ini Kudus belum terdeteksi Covid-19 Varian Omicron. Tapi kita harus berpikir dan membuat skenario ketika nanti terjadi lonjakan,” tandasnya.
Abdul Aziz Achyar menambahkan, meski angka kasus di Kudus melandai, pihaknya selama ini tetap menyiagakan ruang ICU Covid-19 dan ruang perawatan di Dahlia 1 dengan total 59 tempat tidur.
Baca juga: Waspasdai Omicron, Anggota Dewan Ajak Warga Kudus Tak Takut Vaksin Booster
”Kami tetap siagakan untuk antisipasi jika terjadi lonjakan kasus seperti setelah lebaran lalu. Untuk saat ini kami ada satu pasien suspect. Baru masuk kemarin, pasien ada penyakit lain TBC dan gejalanya sesak,” katanya.
Terkait varian omicron, Aziz mengakui sampai saat ini belum ada pasien yang terindikasi. Diakuinya, beberapa waktu yang lalu pihaknya sempat mengirimkan sampel dari pasien untuk dicek melalui whole genome sequencing (WGS), tapi hasilnya negatif.
”Kami kirimkan sampel untuk diuji WGS tapi hasilnya Covid-19 varian delta, bukan Omicron. Kami sudah laporkan kepada Kepala DKK,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

