BETANEWS.ID, SEMARANG – Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Jawa Tengah, Basri Yusuf menyebut gelaran Simpang 7 Master dapat memotivasi Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI lain di Jawa Tengah.
Menurutnya, kejuaraan yang bakal diselenggarakan pada Senin hingga Kamis (14-17/2/2022) di GOR Djarum Kaliputu, Kecamatan Kudus itu bakal jadi role model pembinaan usia dini.
“Kami PBSI mengapresiasi adanya turnamen Simpang 7 Master. Karena kejuaraan ini akan memotivasi usia dini. Pembinaan itu harus dimulai sedini mungkin,” katanya, Senin (24/1/2022).
Baca juga: PBSI Kudus Gelar Turnamen Bulutangkis Simpang 7 Master untuk Tingkat SD
Basri menyebut, Simpang 7 Master bisa menjadi wadah dari hasil pelatihan atlet setiap harinya. Menurutnya, wadah merupakan hal penting untuk mengukur kemampuan atlet.
“Kejuaraan itu kan sebenarnya merupakan wadah dari hasil latihan atlet. Nah, Simpang 7 Master ini wadahnya. Dari turnamen ini juga, tiap-tiap atlet dapat mengukur kemampuan rivalnya,” terangnya.
Baca juga: Selalu Dominan, Atlet PB Djarum Masuk Kelompok Kemampuan Utama di Simpang 7 Master 2022
Orang nomor satu di PBSI Jawa Tengah itu berharap turnamen Simpang 7 Master dapat menjadi role model bagi Pengkab PBSI di Jateng jika ingin menyelenggarakan turnamen bulutangkis. Lantaran, tidak ada turnamen bulutangkis beberapa tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.
“Harapannya semoga Pengkab PBSI lainnya bisa menjadi role model bagi Pengkab lainnya. Karena di eks Karesidenan Pati ini banyak atlet bulutangkis potensial,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

