BETANEWS.ID, KUDUS – Bensin sawit yang dikembangkan oleh PT Pura Barutama dan Institut Teknologi Bandung (ITB) diklaim punya Research Octane Number (RON) 105-112. Ini lebih tinggi dari semua bahan bakar minyak (BBM) keluaran Pertamina yang angka tertingginya di RON 100 pada Pertamax Racing. Sedangkan untuk BBM komersil, yang paling tinggi itu Pertamax Turbo dengan RON 98.
Pernyataan Ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Arifin Tasrif saat meninjau pengolahan minyak sawit menjadi BBM di PT Pura Barutama, Kudus, Selasa (25/1/2022).

Dengan adanya inovasi ini, kementerian akan berusaha mendorong peningkatan kemampuan menciptakan bensin dari sawit hingga bisa dipakai secara massal.
Baca juga: Menteri ESDM Apresiasi Keberhasilan PT Pura Olah Sawit jadi BBM
“Ke depan kita harus menggunakan energi yang bersih dan terbarukan. Proyek ini bisa memiliki nilai komersil yang kompetitif,” jelas Menteri ESDM.
Arifin berharap, Apa yang diciptakan PT Pura bisa menjadi pilot project yang nantinya akan dimanfaatkan seluruh masyarakat Indonesia, bahkan bisa diserap negara-negara lain.
“Upaya anak bangsa untuk bisa melakukan inovasi dalam teknologi ini sangat penting. Bersama-sama bisa mengurangi impor. Tahap pilot project sekarang ini, masih butuh perjuangan panjang,” ungkapnya.
Perwakilan PT Pura Dandi Zulkarnain menambahkan, pembuatan alat ini telah dimulai sejak dua tahun lalu yang bekerja sama dengan Catalysis and Reaction Engineering (CaRE) ITB. Kolaborasi itu untuk menciptakan rangkaian reaktor yang mampu mengubah CPO menjadi Industrial Vegetable Oil (IVO). IVI inilah yangmenjadi bahan baku biohidrokarbon yang kemudian mampu menghasilkan Bensa dengan kualitas RON tinggi.
Baca juga: Keren! Udinus dan IPB Ciptakan Robot Pemetik Buah
Di samping itu, PT Pura Engineering Kudus juga membuat Unit Produksi Katalis untuk Bensa di bawah arahan Subagyo yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
“Beliau (Subagyo) yang menciptakan Katalis ini. PT Pura diberi kepercayaan membuat reaktor mesinnya, yang hasil akhir dari rangkaian alat ini mampu menghasilkan Bensa,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

