BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 30 kapal Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) ikuti parade Hari Nusantara. Parade tersebut dilakukan secara serentak di 8 Provinsi dan 17 Kabupaten/Kota.
Ketua DPD KNTI Kota Semarang, Slamet Ari Nugroho menyampaikan, kegiatan utamanya adalah penyampaian aspirasi nelayan kecil dan tradisional. Peringatan Hari Nusantara menjadi momentum bagi nelayan kecil tradisional untuk mendesak pemerintah terus meningkatkan pemenuhan hak-hak nelayan.
“Terdapat empat catatan utama terkait dengan pemenuhan hak-hak nelayan,” jelasnya, Senin (13/12/2021).
Baca juga: Ombudsman Temukan 9 Potensi Maladministrasi Tata Kelola Kelengkapan Dokumen Nelayan
Menurutnya, ada beberapa hak yang belum didapatkan oleh nelayan, yaitu pemenuhan dan ketersediaan BBM bersubsidi bagi nelayan kecil. Makanya, dia meminta agar pemerintah dan Pertamina untuk segera mempercepat proses kemudahan akses, penyediaan infrastruktur bagi nelayan kecil.
“Pastikan alokasi BBM bersubsidi yang mencukupi kebutuhan nelayan kecil dan tradisional,” katanya.
KNTI juga mendorong perubahan Perpres nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, serta mendorong penggunaan Kartu KUSUKA sebagai alat untuk nelayan mengakses BBM Bersubsidi.
“Untuk memperkuat BBM bersubsidi untuk nelayan kecil dan tradisional kita dorong perubahan Perpres nomor 191 tahun 2014 itu,” ucapnya.
Baca juga: Terancam Gelombang Besar, Nelayan di Semarang Minta Pemkot Buat Talud Pemecah Ombak
Selain itu, pihaknya mengeluhkan soal susahnya dalam mengurus adminitrasi persyaratan dalam kelengkapan perahu, yakni pembuatan e-PAS kecil dan pembuatan surat rekomendasi BBM bersubsidi. Sejauh ini, hanya 1 persen nelayan di Semarang yang mendapatkan subsidi BBM.
“Hal ini dikarenakan tidak adanya gerai-gerai dari dinas dan KSOP di sekitar kampung nelayan yang bisa memudahkan nelayan dalam pengurusan administrasi tersebut,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

