BETANEWS.ID, KUDUS – Banyak cara yang bisa dilakukan oleh orang-orang untuk menangkap ikan. Begitu juga ada berbagai alat yang digunakan untuk menangkap ikan di sungai dan rawa. Satu di antaranya adalah dengan cara menganco.
Anco merupakan salah satu alat tangkap ikan ramah lingkungan yang berbentuk kotak dangan tali di empat sisi yang akan diikat di bambu panjang. Saat mencari ikan, anco itu akan dicelupkan ke air dan kemudian diangkat saat sudah mendapatkan ikan.
“Tidak seperti setrum dan apoltas yang merusak habitat. Anco menangkap ikan yang terperangkap saja,” ujar Siswanto penganco di area sawah yang kebanjiran di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus.
Baca juga: Sawah Kebanjiran di Wonosoco Dimanfaatkan Warga untuk Cari Ikan, Bisa Dapat Hingga 50 Kg
Meski ramah lingkungan, kata Siswanto, anco dianggap lebih efisien dalam mencari ikan dibanding alat penangkap ikan ramah lingkungan lain. Di antaranya, pancing dan jaring. Sehingga hasil tangkapan ikannya pun lebih banyak.
“Menurutku anco lebih efisien. Hasil tangkapan ikannya juga lebih banyak serta lebih cepat mendapatkan ikan,” bebernya, Senin (6/12/2021).
Sama dengan jaring yang bisa memilah ikan tangkapannya, Menurut Siswanto anco juga bisa. Yakni dengan menyesuaikan lubang jaring. Jika ingin dapat ikan segala ukuran, maka jaring pada anco dipilih lubangnya yang kecil, atau seukuran satu jari.
“Namun, jika ingin dapat ikan yang besar saja, lubang jaring anco bisa lebih besar. Biasanya seukuran tiga jari atau lebih. Sehingga ikan kecilnya tidak ikut ke angkut permukaan, karena bisa lolos melalui lubang jaring,” jelasnya.
Sedangkan untuk ukuran anco, lanjut Siswanto, tergantung selera dan lokasi pencarian ikan. Jika pencarian ikan di area persawahan yang kebanjiran, ukuran anco biasanya dua meter kali dua meter. Namun, jika di waduk atau sungai yang besar, ukuran anconya bisa lebih besar.
Baca juga: Mancing Katak, Aktivitas Musiman yang Sedang Digemari Warga Kudus
“Yang saya bawa ini ukurannya dua meter kali dua meter. Saya juga punya anco ukuran yang lebih besar, ukuran lubang jaringnya juga lebih besar. Biasanya saya gunakan untuk cari ikan di Waduk Kedung Ombo. Ikan yang didapat juga besar-besar di sana,” ujar Siswanto sembari menunjukan telapak tangannya.
Pria yang tercatat sebagai warga Desa Berugenjang, Undaan, Kudus itu mengaku, aktifitas menganco yang dilakukannya di area persawahan Desa Wonosoco itu sudah sekitar tiga pekan lalu, sejak area sawah tersebut kebanjiran.
“Setiap area sawah tersebut kebanjiran, ikannya banyak. Maka orang pun akan datang berburu ikan. Ada yang membawa anco, jaring, dan pancing. Saya memilih pakai anco sebab lebih cepat dapat ikan dan lebih banyak dapatnya. Sehari saya bisa dapat ikan sampai 50 kilogram,” ungkap Siswanto yang mengaku ikan yang didapat adalah ikan mujair.
Editor: Ahmad Muhlisin

