BETANEWS.ID, KUDUS – Saat libur Natal pada 25-26 Desember 2021, puluhan kendaraan dari luar kota yang masuk Kabupaten Kudus dengan tujuan wisata diminta untuk putar balik. Kebijakan yang sama pun akan kembali dilakukan saat libur Tahun Baru 2022 nantinya.
Bupati Kudus HM Hartopo memerintahkan kepada Dinas Perhubungan, Satpol PP dan pihak kepolisian untuk kembali memutar balik kendaraan luar kota yang akan masuk Kudus. Yakni mulai pukul 00.00 WIB tanggal 1 Januari hingga 2 Januari 2022. Petugas diminta stand by di beberapa titik lokasi yang sudah dilakukan sebelumnya.
Baca juga : Catat Tanggalnya! Warga Luar Daerah Kembali Dilarang Wisata di Kudus
Kebijakan itu dipilih Pemkab Kudus sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19 kembali merebak di Kabupaten Kudus.
“Saya khawatir ada orang yang dari luar kota masuk ke Kudus. Apalagi di dalam varian baru virus, ada Omicron yang sudah masuk Indonesia dan sudah banyak terdeteksi. Sampai di mana varian baru itu menyebar, kita kan tidak tahu,” kata Hartopo, Rabu (29/12/2021).
Terlebih, lanjut Hartopo, mereka yang dari luar kota tidak diketahui rekam jejaknya selepas dari mana saja. Pun setelah bertemu dengan siapa, tidak ada yang mengetahui.
“Terkadang ada juga dari mereka yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Nanti malah menambah penularan, penyebaran (virus) di Kabupaten Kudus. Nanti kita malah yang repot sendiri,” sambungnya.
Langkah ini, diharapkan Hartopo mampu mencegah adanya kluster baru penyebaran virus Covid-19. Sehingga tidak kembali menjadikan Kabupaten Kudus sebagai ‘tersangka’ dalam penyebaran virus seperti pertengahan tahun ini.
“Harapan kami dengan adanya putar balik ini mengurangi kerumunan di sana (pusat perayaan), mengurangi orang-orang dari luar kota,” katanya.
Baca juga : Warga Luar Daerah Dilarang Wisata di Kudus saat Nataru
Di samping itu, tempat wisata tetap dibuka saat hari libur Tahun Baru 2022. Namun tetap dengan pengetatan seperti yang dilakukan sebelumnya. Bukan untuk wisatawan luar kota, hanya dibuka untuk wisatawan lokal Kudus.
“Betul-betul kita filter orang-orang yang masuk ke Kudus. Makanya PeduliLindungi harus kita terapkan. Wisata tetap kita buka bagi pengunjung lokal. Kecuali tempat wisata yang tidak punya pengelola resmi, tidak boleh buka,” tutup Hartopo.
Editor : Kholistiono

