31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Harga Telur di Kudus Tembus Rp 34 Ribu Per Kilogram

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga telur di sejumlah wilayah mengalami kenaikan cukup tajam di penghujung tahun 2021, termasuk juga di Kabupaten Kudus. Lonjakan harga tersebut disebabkan suplai telur dari peternak rendah, sedangkan permintaan tinggi.

Vega, salah satu warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus mengeluhkan kenaikan harga telur yang cukup tinggi. Menurutnya, saat ini harga telur mencapai Rp 34 ribu.

Baca juga : Cek Kebutuhan Pokok di Pasar Bitingan, Hartopo Dapati Harga Telur dan Minyak Naik

-Advertisement-

“Kemarin saya beli telur di toko dekat rumah, harganya Rp 34 ribu per kilogram. Mungkin di pasar bisa dapat lebih murah,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Usaha Sarana Prasarana Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus yakni Dwi Listiani mengatakan, saat ini harga telur di Kudus tembus di atas Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut merupakan tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya setiap Natal dan jelang tahun baru harga telur memang naik. Namun biasanya itu paling mahal di harga Rp 27 ribu per kilogram,” ujar perempuan yang akrab disapa Lilis kepada betanews.id, Rabu (29/12/2021).

Menurut Lilis, penyebab kenaikan harga telur di Kudus dikarenakan banyak peternak di Kudus yang mengurangi populasi indukan ayam petelur. Bahkan ada juga yang mengosongkan kandangnya, karena mahalnya harga pakan beberapa hari lalu.

“Selain harga pakan unggas naik. Beberapa waktu lalu harga telur juga sempat anjlok. Sehingga beberapa peternak memilih untuk mengosongkan kandang dan mengurangi populasi,” bebernya.

Lilis mengaku sudah berkeliling ke kandang beberapa peternak ayam petelur di Kudus. Pengurangan indukan ayam petelur kata dia ada mencapai 30 sampai 50 persen dari total populasi. Ada satu peternak di Kudus itu punya 13 ribu indukan ayam petelur. Saat harga naik dan harga telur anjlok kemudian dikurangi jadi 6 ribu ekor.

“Bahkan saat itu kandangnya akan dikosongkan. Namun, dicegah oleb cucunya, kata cucunya sayang kalau dikosongkan kandangnya. Sehingga masih dipertahankan 6 ribu ekor indukan ayam petelur,” terangnya.

Menurutnya, pengosongan kandang dan mengurangi jumlah populasi yang dilakukan oleh para peternak itu untuk mempercepat menaikan harga telur. Namun, banyak peternak ayam petelur di Kudus tak menyangka kenaikan harga telur akan setinggi sekarang.

Baca juga : Bukan Nataru, Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Meroket

“Harapannya para peternak, harga telur stabil di harga Rp 21 ribu per kilogram. Di harga itu mereka sudah untung. Jika kurang mereka rugi. Namun, harga terlalu tinggi juga membuat para peternak khawatir,” bebernya.

Terpisah salah satu peternak ayam petelur Kudus yakni Guntur Bayu Pratomo mengatakan, terpaksa mengosongkan kandang ayam petelurnya. Hal tersebut dikarenakan beberapa waktu lalu harga telur anjlok, sedangkan harga pakan mahal.

“Sementara kandang saya kosongkan dulu. Nanti saya isi kembali Bulan Januari tahun 2022,” ujar pria yang akrab disapa Guntur.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER