31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Dianggap Aib Keluarga, Banyak Perempuan Korban Kekerasan Takut Lapor

BETANEWS.ID, KUDUS – Peringatan Hari Ibu menjadi momentum untuk menyetop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Apalagi, banyak kasus kemudian tak tertangani karena mereka takut melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Ini adalah salah satu isi sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, yang dibacakan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo saat memimpin apel Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-93 Tahun 2021 di Halaman Pendapa Kudus, Rabu (22/12/2021).

Mawar Hartopo memberikan piala untuk pemenang lomba video kreatif bertema stop kekerasan perempuan dalam apel Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-93 Tahun 2021 di Halaman Pendapa Kudus, Rabu (22/12/2021). Foto: Ist.

Mawar melanjutkan, masyarakat kerap menganggap kekerasan terhadap perempuan sebagai aib di dalam rumah tangga. Hal tersebut justru membuat korban merasa rendah diri sehingga takut untuk melaporkan kepada yang berwenang. Dirinya menyarankan apabila terjadi tindak kekerasan segera lapor pihak desa setempat agar mendapat pendampingan lebih lanjut.

-Advertisement-

Baca juga: Kasus Istri Gugat Cerai Suami Meningkat, 1.728 Perempuan Pilih jadi Janda di 2021

“Disini kami mau menekankan tidak usah merasa takut atau rendah diri jika mendapat kekerasan fisik ataupun verbal. Kalau terjadi sesuatu minimal bisa lapor ke desa supaya mendapat pendampingan untuk lapor ke yang berwenang,” ujarnya dalam apel yang diikuti oleh Bupati Kudus HM Hartopo beserta pejabat di lingkungan Pemkab Kudus, dan perwakilan berbagai organisasi wanita se Kudus itu.

Selain soal isu kekerasan, Mawar juga menjelaskan peran perempuan Indonesia yang menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa. Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Penyembuh Sakit dan Self Healing jadi Alasan Perempuan di Kudus Ikut Yoga

“Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan,” tutupnya.

Dalam peringatan itu, ada juga pongumuman lomba video kreatif bertema stop kekerasan perempuan dilaksanakan sebagai edukasi kepada masyarakat. Trofi dan uang pembinaan diserahkan kepada TP PKK Kecamatan Kaliwungu sebagai juara I, disusul Bhayangkari Cabang Kudus sebagai juara II, dan IWAPI Kabupaten Kudus sebagai juara III. Sementara untuk juara harapan I-III yakni PD. Salimah Kabupaten Kudus, Harpi Melati Kabupaten Kudus, dan Fatayat NU Kabupaten Kudus.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER