BETANEWS.ID, KUDUS – Di bagian dapur sebuah kedai yang ada di Food Court After Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, terlihat dua orang sedang meracik bumbu mi level yang menjadi menu andalan di kedai tersebut.
Mi level ala Kedai Mi Nyacat ini memiliki cita rasa yang khas. Gurihnya bumbu rempah dan rasa pedas yang nendang, kini jadi buruan pecinta kuliner.
Owner Mi Nyacat Rilo Hanif Hasbi Ardin (26) bercerita bagaimana ia mulai merintis usaha kuliner tersebut.

Baca juga : Penyuka Mi Pedas Wajib Cobain Kuliner ala Mi Nyacat yang Laris Manis Ini
Sebelum memulai usaha kuliner, ia bekerja di salah satu perusahaan kontraktor selama tiga tahun. Namun, karena terdampak pandemi, akhirnya proyek berhenti semua.
“Dari situ saya putar otak mau usaha apa. Agustus 2020 akhirnya saya buka usaha mi. Baru sebentar, kemudian vakum lagi, karena dapat pangilan kerja ke Jakarta. Sampai kemudian Juli 2021 saya resign lagi dan menekuni ini,” jelasnya Rabu (1/12).
Akhirnya, dengan keahliannya yang cukup baik dalam bidang memasak, ia pun mencoba mendalami usaha mi level, yang saat itu belum terlalu banyak di Kabupaten Kudus.
“Awal resign sempat nganggur dan jualan sepeda juga, tapi tidak saya dalami. Akhirnya saya coba lagi usaha mi ini, saya seriusin dan buka outlet di Food Court After,” ujarnya.
Kemudian berbekal ilmu memasak seadanya, ia pun mulai meracik Mi Nyacat. Rilo mengaku, ia membutuhkan waktu hingga 3 minggu untuk menemukan resep.
Baca juga : Kisah Owner Awkulit, Merintis Bisnis Kulit Ayam Krispi dari Dapur Rumah
“Awal buka, sempat selama 2 bulan rugi terus, bulan Juli rugi Rp 3 juta, terus Agustus rugi Rp 1 juta. Karena memang optimis dan rajin promosi, akhirnya bulan September penjualan semakin bagus,” ucapnya.
Menurut Rilo, kini penjualan Mi Nyacat bisa 4.700 porsi setiap bulannya. “Alhamdulilah dengan semangat untuk membranding Mie Nyacat, akhirnya semakin ke sini penjualannya semakin meningkat. Omzet yang saya dapatkan pun bisa 10 kali lipat dari gaji kontaktor saya dulu. Dan rencana tahun depan juga akan buka cabang,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

