BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menyampaikan, bahwa capaian vaksinasi lansia di Kudus sudah lebih dari 50 persen dari total target.
Data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Selasa (30/11/2021), mencapai 37.782 orang dari total target 71.098 lansia, atau tepatnya 53,14 persen yang sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua, lansia baru tervaksin 29,28 persen atau setara dengan 20.820 orang.
Baca juga : Vaksinasi Lansia di Kudus Ditarget Capai 50 Persen Sebelum Tutup Tahun
Dengan capaian ini, Badai menganggap, bahwa dalam penetapan level PPKM nantinya, Kabupaten Kudus sudah layak untuk turun level ke level 2. Bahkan seharusnya sudah mendekati level 1.
“Seharusnya kita di level 2, bahkan sudah mau masuk level 1. Tapi kan untuk saat ini semua, nasional jadi level 3 dalam rangka libur natal dan tahun baru. Tapi ya tidak masalah,” katanya saat dimintai keterangan, Selasa (30/11/2021).
Capaian vaksinasi lansia ini, lanjut Badai akan terus digenjot. Mengingat target capaian vaksinasi bagi lansia di Kudus pada bulan Desember harus lebih dari 60 persen.
Namun di sisi lain, memvaksin lansia bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, DKK Kudus akan mengumpulkan perwakilan tenaga vaksinator, pihak kesehatan desa, pemdes, kecamatan, untuk saling berkoordinasi melakukan percepatan suntikan vaksin bagi lansia.
“Memvaksin lansia itu tidak mudah. Fisiknya kadang ada yang tidak kuat, aksesnya mereka untuk vaksin juga kadang susah. Makanya kami mencoba mendekatkan ke tingkat dukuh. Tingkat dukuh ini RT. Kalau masih belum bisa maksimal, kita door to door,” terangnya.
Di samping itu semua, total capain vaksinasi bagi warga Kudus sudah 71,14 persen atau sudah 470.731 orang mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua sudah 51,50 persen atau 340.799 orang dari total sasaran 665.884 orang.
Di sisi lain, Bupati Kudus HM Hartopo berpesan kepada DKK Kudus untuk kembali memvalidasi data lansia. Sebab, dikhawatirkan ada data lansia yang sudah meninggal tapi masih masuk data penerima vaksin. Pun hal yang sama juga dikhawatirkan terjadi pada lansia yang sudah pindah tempat tinggal.
“Makanya saya suruh untuk memvalidasi data. Karena nantinya ini mempengaruhi presentase capaian vaksinasi kita,” kata Hartopo.
Baca juga : Data Capaian Vaksinasi Lansia Beda dengan KPCPEN, Kepala DKK Kudus : ‘Ada Delay’
Pihaknya pun mengaku telah menerima laporan dari 4 kecamatan terkait laporan terkini jumlah lansia di wilayahnya. Ada Kecamatan Mejobo, Undaan, Kaliwungu, dan Jati.
“Kecamatan Kota sepertinya belum. Tapi mudah-mudahan hari ini sudah masuk semua,” harapnya.
Editor : Kholistiono

