31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Data Capaian Vaksinasi Lansia Beda dengan KPCPEN, Kepala DKK Kudus : ‘Ada Delay’

BETANEWS.ID, KUDUS – Terdapat perdedaan data terkait capaian vaksinasi lansia di Kabupaten Kudus antara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo menjelaskan, data manual yang dimiliki DKK Kudus sendiri sudah melampaui 40 persen dari total sasaran yaitu 71.098 orang. Sedangkan untuk data di KPCPEN, capaian vaksinasi lansia di Kudus baru di angka 35 persen.

Baca juga : DKK Targetkan Dua Pekan ke Depan Capaian Vaksinasi Lansia Bisa 70 Persen

-Advertisement-

“Capaian vaksinasi lansia secara manual sudah melampaui 40 persen. Data di KPCPEN baru di angka 35 persen. Ada delay yang lumayan. Kita upayakan komunikasi dengan BPJS Kesehatan, karena yang punya PCare itu BPJS. Jadi output penyesuaian, berdasarkan data PCare,” ungkap Badai, Senin (15/11/2021).

Kendati demikian, vaksinasi lansia di Kudus, terang Badai akan terus digenjot. Pihaknya menargetkan, di akhir tahun 2021 ini, lebih dari 60 persen sasaran vaksinasi lansia sudah divaksin.

Percepatan vaksinasi lansia pun terus dilakukan. Dengan bantuan dan upaya dari banyak pihak, diyakini bisa membantu percepatan vaksinasi ini.

“Vaksin lansia kita, Insya Allah sesuai target awal kita. Tahun ini menghendaki di atas 60 persen,” ungkapnya.

Di samping itu, menurut Badai, proses vaksinasi lansia cukup ada kesulitan. Terkadang, lansia di Kudus merasa tidak perlu divaksin. Kemudian kesulitan akses lansia datang ke tempat vaksinasi, juga menghambat proses vaksinasi lansia di Kudus.

“Yang kesulitan akses, kita mencoba dengan door to door,” katanya.

Baca juga : Minimalkan Kendala NIK, Vaksinasi Lansia di Kudus Akan Libatkan Disdukcapil

Untuk itu, bila PPKM terus kembali diperpanjang, Kudus seharusnya bisa berada di level 1. Hanya karena terganjal capaian vaksinasi lansia dan mobilitas masyarakat Kudus yang masih tinggi, membuat Kudus masih berada di level 3.

“Prinsip dalam penanganan Covid kita sudah dalam kondisi bagus, bahkan bisa di level 1. Tinggal vaksinnya kita selesaikan sampai 60 persen, kita level 1,” paparnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER