31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Pilih Jual Bubur Ayam daripada Kerja Kantoran, Amir Ingin Beri Kerjaan Orang yang Butuh

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah kedai yang berada di Jalan Kudus-Jepara, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwunggu, Kabupaten Kudus, terlihat seorang pria sedang menuangkan bubur ke dalam mangkuk. Setelah itu, ia pun menambahkan toping seperti ayam suwir, sambal goreng, kacang kedelai, bawang goreng, kuah sambal goreng dan kuah opor di atasnya. Rupanya, hari itu ia sedang membuat Bubur AYam Semarang yang belum banyak ditemui di Kudus.

Ditemui usai melayani pelangan, Amir Wirawan (33) pemilik Bubur Ayam Semarang Ibu Kanjeng, mengatakan, dirinya sudah merintis usaha bubur sejak Oktober 2021. Berawal dari bisnis Thai Tea-nya yang sedikit menurun penjualannya, ia pun mulai untuk mencoba usaha lain yaitu Bubur Ayam Semarang.

Bubur ayam Semarang kuah opor yang dijual AMir di kedainya. Foto: Kartika Wulandari

“Setelah lulus kuliah S1, saya sempat bekerja di sebuah perusahaan, lalu karena mulai bosan, akhirnya 2019 saya keluar dan mencoba bisnis Thai Tea. Tapi karena sekarang Thai Tea banyak saingannya, saya mencoba bisnis bubur, dan Thai Tea tetap jalan,” jelasnya, Jumat (05/11/21).

-Advertisement-

Baca juga: Menikmati Bubur Ayam Semarang Pakai Kuah Opor di Kudus – Beta News

Bermodalkan dengan resep yang dimiliki ibunya, lanjut Amir, ia pun akhirnya membuka bubur ayam Semarang.

“Karena dulu ibu saya sempat bekerja di warung makan Bubur Ayam Semarang, akhirnya saya diberi resep sama ibu saya,” ujarnya.

Menurut Amir, alasanya memilih merintis usaha ketimbang kerja kantoran adalah ia ingin mandiri dan bisa membuka lapangan pekerjaan. 

“Alasanya memang ingin lebih berkembang saja sih, dan dengan merintis usaha kan ke depan bisa membuka lapangan pekerjaan,” jelas Amir.

Lalu mengenai usaha barunya, Amir menjelaskan Bubur Ayam Semarang, merupakan bubur khas semarang yang memiliki toping sedikit berat. Yaitu ada toping suwiran ayam, sambal goreng, kacang kedelai, bawang goreng kuah sambal goreng dan opor.

“Untuk harganya cukup terjangkau, yaitu mulai Rp 10 ribu saja,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Ulin dari Buruh Pabrik Hingga jadi Juragan Seafood

Meski kini bubur ayam Semarang masih asing di kalangan warga Kudus, Amir mengaku penjualannya sudah cukup baik. Ia pun juga menyediakan dua macam bubur, yaitu bubur ayam Bandung dan Semarang.

Alhamdulillah penjualannya cukup baik, saya juga menyediakan dua macam bubur, agar pelangan bisa menikmati keduanya,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER