BETANEWS.ID, KUDUS – Mengantisipasi adanya bencana alam seperti pada akhir tahun 2020 lalu, Bupati Kudus HM Hartopo mengumpulkan semua pemangku kebijakan di Kudus. Berlokasi di ruang pertemuan Gedung Setda Kudus lantai 4, Hartopo meminta kepada semua yang hadir untuk bisa kompak dalam mitigasi.
Apalagi, dari informasi yang ia dapatkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas hujan di tahun akhir tahun 2021 ini naik 40 persen.
“Harapan kami semuanya harus dipersiapkan, planning, mitigasi, harus perlu direalisasikan dan perlu kerja sama yang baik. Kekompakan harus dijalin sekarang, sinergitas camat, Forkopimcam, bisa menggerakkan yang di bawah agar segera belajar dari tahun kemarin. Apa yang perlu dievaluasi saat ini,” terang Hartopo, Selasa (2/11/2021).
Baca juga: BPBD Kudus Siagakan Seribuan Relawan untuk Hadapi Bencana
Mulai dari dapur umum, logistik, tempat kesehatan, Hartopo meminta agar semuanya mulai dipersiapkan dari sekarang. Sebelum ada masalah, pihaknya mengingatkan harus ada langkah antisipasinya terlebih dahulu.
Terlebih untuk di daerah atas, Hartopo mengaku masih ada banyak daerah yang gundul dan rawan tanah longsor.
“Harus ada swadaya dan kerja sama baik dengan masyarakat. Adanya komando dari atas untuk menggerakkan ke bawah, kalau drainase harus dibersihkan mulai sekarang jangan sampai ada pendangkalan,” tuturnya.
Selain itu, untuk saat ini, anggaran untuk antisipasi bencana masih dievaluasi. Belum ada atau belum bisa dianggarkan.
Baca juga: Antisipasi La Nina, Pemkab Kudus Siapkan Mitigasi di 7 Kecamatan Rawan Bencana
Kasi Pengendalian Kebencanaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Wiyoto menambahkan, sampai saat ini BPBD terus keliling ke semua desa. Itu dilakukan untuk mengedukasi, menginisiasi, mempersiapkan diri bersama-sama, mana yang perlu diatasi. Meskipun tidak ada gempa, langkah antisipasi terjadinya bencana harus terus dilakukan.
“Tidak ada anggaran jangan berhenti. Karena ini tanggung jawab bersama. Jangan sampai ada bencana besar. Lebih baik kita atasi sekarang dengan meminta bantuan pihak ketiga atau masyarakat yang mampu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

