Lestarikan Ajaran Sunan Muria Melalui Festival Pager Mangkok

BETANEWS.ID, KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus menggelar Festival Pager Mangkok. Kegiatan tersebut, dilangsungkan selama empat hari, yakni pada 25-28 November 2021.

Tradisi Pager Mangkok, diyakini merupakan peninggalan Sunan Muria. Yakni, bagaimana Sunan Muria mengajarkan kepada masyarakat untuk saling berbagi atau bersedekah. Baik itu kepada tetangga maupun sanak famili.

Kampung Budaya Piji Wetan menggelar Festival Pager Mangkok. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : 2 Tim dari Kampung Budaya Piji Wetan Wakili Kudus pada Program KBKM yang Digelar Kemdikbud RI

-Advertisement-

Ajaran Pager Mangkok sendiri, disebut-sebut sebagai cara untuk menjalin kerukunan. Sehingga, muncul istilah Pager Mangkok lebih kuat dari pager tembok. Sebab, Pager Mangkok adalah istilah untuk berbagi kepada sesama.

Ulul Azmi, panitia dalam Festival Pager Mangkok menyampaikan, ada beragam kegiatan yang digelar dalam festival tersebut. Di antaranya adalah kelas budaya, pertunjukan sedekah karya, bazar UMKM dari masyarakat sekitar dan lain sebagainya.

“Untuk sedekah karya misalnya, ada pertunjukan puisi, teater dan pameran seni rupa yang dibuka dari kemarin dan akan di tutup Minggu sore,” ujarnya, Jumat (26/11/2021).

Kemudian juga ada agenda membedah pameran seni. Acara ini akan dihadiri seniman-seniman dari Kudus, Jepara, Demak dan Pati.

Selanjutnya ada juga pameran seni rupa, di antaranya ada pameran seni kontemporer, kaligrafi, kaligrafi kontemporer dan instalasi seni.

Baca juga : Kampung Budaya Piji Wetan Dilaunching, Bergas: ‘Ini Wujud Nyata Menjaga Kearifan Lokal’

“Untuk karyanya, ini macam-macam, ada yang karya dari perorangan dan ada juga dari komunitas,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya Festival Pager Mangkok, bisa mengenalkan kembali nilai-nilai yang dulu diajarkan oleh Sunan Muria.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER