31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Ganjar Sebut Belum Terima Laporan Soal Vaksin Kedaluwarsa di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, bahwa sampai hari ini pihaknya belum menerima laporan adanya vaksin jenis Astrazeneca yang kedaluwarsa di Kabupaten Kudus. Hanya ada beberapa kabupaten/kota yang sudah melaporkan, salah satunya dari Kabupaten Pekalongan.

“Yang sudah lapor itu Pekalongan, Kudus belum lapor berapa yang expired,” katanya saat dimintai keterangan oleh awak media, Rabu (3/11/2021).

Baca juga : Ribuan Vaksin Jenis Astrazeneca di Kudus Kedaluwarsa

Untuk selanjutnya, papar Ganjar, pihaknya meminta agar vaksin yang kedaluwarsa didata, sehingga mengetahui ada berapa persisnya.

“Terus kemudian kita cek berapa persisnya, apakah sekarang sudah disuntikkan,” sambungnya.

Untuk itu, Ganjar mengingatkan, agar setiap vaksin yang diterima kabupaten maupun kota di Jawa Tengah perlu disiapkan dan harus dicek satu persatu. Mana saja yang kedaluwarsa, terutama vaksin Pfizer yang masa penggunaannya singkat.

Pada tanggal 31 Oktober 2021 lalu, Pemprov Jateng telah menerima laporan capaian vaksinasi Astrazeneca. Dari 35 kabupaten/kota, ada 12 kabupaten dan kota yang melaporkan vaksin Astrazeneca kedaluwarsa.

Baca juga : Batas Kedaluwarsa Vaksin Hanya 6 Bulan, Begini Penjelasan DKK Kudus

Jumlahnya lebih dari 10 ribu dosis. Salah satunya berasal dari Kabupaten Pekalongan. Ganjar pun menyayangkan apa yang terjadi di Pekalongan tersebut. “Apa yang terjadi di Pekalongan itu sayang sekali,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, diketahui Kabupaten Kudus mencatat ada sekitar 4 ribu dosis vaksin Astrazeneca yang kedaluwarsa. Ribuan vaksin tersebut pun masih disimpan di tempat penyimpanan aman. Untuk selanjutnya dikembalikan sesuai dengan perintah Kementerian Kesehatan RI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER