Dekati Masa Kedaluwarsa Tapi Vaksin Belum Habis, Ini yang Dilakukan DKK Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Untuk mencegah berulangnya adanya vaksin Covid-19 yang kedaluwarsa karena tidak bisa terdistribusi sesuai target waktu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus akan mengambil langkah antisipasi.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo mengatakan, langkah antisipasi yang dilakukan itu adalah, ketika vaksin tersebut belum habis seminggu menjelang waktu kedaluwarsa, makan pihaknya akan melapor ke Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.

“Kalau belum terserap, minimal seminggu kita harus lakukan tindakan. Tindakannya itu harus kita sampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi, kemudian laporan kita akan disampaikan ke Gubernur. Berarti kita sudah lempar handuk. Kita tidak bisa menyelesaikan, nanti biar bisa diserahkan ke kabupaten lain,” paparnya, Senin (15/11/2021).

-Advertisement-

Baca juga : Ribuan Vaksin Jenis Astrazeneca di Kudus Kedaluwarsa

Sementara, untuk vaksin jenis Astrazeneca yang akan kedaluwarsa bulan ini, sedang dievaluasi. Mengingat, sebelumnya sudah ada ribuan vaksin jenis sama yang sudah kedaluwarsa dan sampai saat ini masih disimpan oleh DKK Kudus.

Alasan masih disimpannya vaksin kedaluwarsa, ungkap Badai, belum ada rekomendasi atau perintah lebih lanjut terkait vaksin itu.

“Yang kedaluwarsa masih sama prinsipnya, disimpan. Belum ada rekomendasi lagi. Yang penting disimpan, jangan sampai rusak,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus Ahmad Syaifuddin mengatakan, bahwa sekitar 2 ribu vaksin jenis Astrazeneca yang kedaluwarsa, sudah dikembalikan ke DKK Kudus. Kondisinya masih seperti awal saat didapatkan, vaksin tersegel rapi.

“Sisanya sudah kita kembalikan ke DKK kembali. Kondisinya masih tersegel seperti biasanya. Tapi isinya, kontennya kita tidak tahu,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan tim vaksinator RSI Kudus menurut Syaifuddin sudah berusaha sekuat tenaga. Bahwa dalam sehari, ada sekitar 1.500 dosis vaksin disuntikkan sebelum kedaluwarsa.

Baca juga : Soal Ribuan Vaksin AZ yang Kedaluwarsa, Bupati Kudus Jelaskan Krononoginya

Dari 20 ribu vaksin AZ yang sebelumnya diterima RSI, dalam kurun waktu sekitar 2 minggu, 18 ribu vaksin sudah disuntikkan.

“Dari 50 ribu vaksin yang diterima Kudus, RSI dapat jatah 20 ribu. Menghabiskan 18 ribu vaksin dalam 2 mingguan. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Kerja keras tanpa lelah,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER